Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan Class Bincang Bisnis Mompreneur yang bertempat di Retrorika Cafe, Kota Batu, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kunjungan Koordinator Wilayah Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (Apuna) Jawa Timur ke Kota Batu.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, Dr Arin Setyawati MA.
Dalam sambutannya, Yunda Arin berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi, tetapi menghasilkan pengetahuan dan praktik baik yang dapat dibawa serta ditebarkan ke daerah lain.
Ia juga mendorong agar anggota Apuna di berbagai daerah dapat semakin aktif membangun kolaborasi bisnis. Menurutnya, jejaring antaranggota dapat menjadi kekuatan untuk saling mengenalkan produk, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha bersama.
Menguatkan Spiritual sebagai Pondasi Bisnis
Sesi pertama menghadirkan Isna Hidayati Effendi, Ketua PDNA Kota Batu sekaligus Owner Nasi Cimul, dengan materi Basic Spiritual Bisnis.
Isna membagikan pengalaman dalam menjalankan dan mengembangkan usaha Nasi Cimul di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Ia menekankan bahwa spiritual strength dapat menjadi salah satu pondasi yang membantu pengusaha bertahan dalam menjalankan bisnis. Namun, spiritualitas bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan.
“Spiritual strength bisa menjadi pondasi bertahannya suatu bisnis, tetapi bukan satu-satunya. Strategi bisnis tetap dibutuhkan” terang Isna.
Menurutnya, pengusaha perlu membangun keseimbangan antara kekuatan spiritual dan kemampuan bisnis. Niat yang baik perlu diikuti dengan strategi, pengelolaan usaha, pemasaran, inovasi, serta kemampuan membaca kondisi pasar.
Ia juga mengingatkan pentingnya akhlak dan hubungan baik dengan orang tua sebagai salah satu pilar spiritual yang perlu dimiliki seorang pengusaha.
Menurutnya, membangun bisnis tidak cukup hanya dengan mengejar pertumbuhan omzet, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana seorang pengusaha menjaga hubungan dengan orang-orang yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Mengulik HPP agar Bisnis Tidak Boncos
Sesi kedua dilanjutkan oleh Ismi Wahid, Koordinator Daerah Apuna Kota Batu sekaligus Owner Retrorika Cafe. Ia membawakan materi mengenai Harga Pokok Produksi (HPP).
Peserta diajak memahami pentingnya menghitung seluruh komponen biaya secara tepat agar harga jual yang ditetapkan tidak membuat bisnis justru mengalami kerugian.
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga diajak praktik menghitung HPP. Mereka mencoba membandingkan beberapa skenario perhitungan untuk melihat mana struktur biaya dan harga jual yang lebih profitable.
Sesi praktik ini menjadi bagian penting karena peserta dapat langsung menghubungkan teori dengan kondisi bisnis masing-masing.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan networking. Peserta mendapatkan ruang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, Apuna tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas bisnis anggotanya, tetapi juga membangun ekosistem pengusaha perempuan yang saling menguatkan, berkolaborasi, dan membawa manfaat dari satu daerah ke daerah lainnya.





0 Tanggapan
Empty Comments