SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Cambridge Centre ID 110 – Yayasan BPLP Universitas Negeri Malang (UM) di Aula Senat, Graha Rektorat Lantai 9 UM, Malang, Rabu (16/9/2026).
Penandatanganan PKS tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara Yayasan BPLP UM dan sekolah-sekolah mitra Cambridge Centre ID 110. Agenda itu diikuti perwakilan 39 sekolah mitra, termasuk SDMM.
SDMM diwakili Kepala SDMM Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd., dan Penanggung Jawab International Class Program (ICP) Ustazah Ema Rohmah Hayati, S.Pd.
Kerja sama tersebut mencakup pendampingan implementasi kurikulum Cambridge, pelatihan guru, riset pendidikan, serta pengembangan laboratorium pendidikan. Melalui kerja sama ini, sekolah mitra memperoleh ruang untuk mengembangkan implementasi pembelajaran Cambridge dan meningkatkan kapasitas pendidik.
BPLP UM Siapkan Dukungan Pelatihan Guru
Ketua Yayasan BPLP UM Dr. Hj. Endang Sri Andayani, M.Si., menyampaikan kesiapan UM dalam memberikan dukungan kepada sekolah mitra.
Dukungan tersebut tidak hanya dilakukan melalui program pelatihan yang telah terjadwal, tetapi juga dapat dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat sesuai kebutuhan sekolah.
“UM siap membantu pelatihan guru di luar pelatihan yang terjadwal, karena ada program pengabdian masyarakat yang bisa kami optimalkan untuk mendukung sekolah mitra,” ujarnya.
Kerja sama ini berkaitan dengan pengembangan International Class Program (ICP) di SDMM, khususnya dalam implementasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan praktik pembelajaran.
SDMM Jalankan Cambridge ICP sejak 2009/2010
Kepala SDMM Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd., mengatakan SDMM telah menjalin kerja sama dengan Centre ID 110 melalui Surat Perjanjian Kerja (SPK) penyelenggaraan Cambridge International Class Program sejak tahun ajaran 2009/2010.
“Alhamdulillah, SD Muhammadiyah Manyar telah menjalin kerja sama dengan Centre ID 110 melalui Surat Perjanjian Kerja (SPK) penyelenggaraan Cambridge International Class Program (ICP) sejak tahun ajaran 2009/2010 hingga saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun tersebut menjadi bagian dari pengembangan pendidikan dan pembelajaran berwawasan global di SDMM.
Melalui kurikulum Cambridge, SDMM berupaya mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pembelajaran juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian belajar murid.
“Melalui Cambridge Curriculum, kami berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengembangkan critical thinking, creativity, communication, collaboration, dan kemampuan murid untuk belajar secara mandiri,” tuturnya.
Athiq menambahkan, SDMM akan terus mengawal pelaksanaan ICP, mulai dari implementasi kurikulum, kualitas pembelajaran, kesiapan guru, hingga perkembangan capaian belajar murid.
“Ke depan, SDMM berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan ICP secara konsisten, mulai dari implementasi kurikulum, kualitas pembelajaran, kesiapan guru, hingga perkembangan capaian belajar murid,” jelasnya.
Ia berharap sinergi dengan Centre ID 110 semakin kuat sehingga pelaksanaan Cambridge ICP dapat terus dikembangkan sesuai visi dan karakter pendidikan SD Muhammadiyah Manyar.
Penandatanganan PKS tersebut menjadi bagian dari kelanjutan kerja sama SDMM dengan Cambridge Centre ID 110 – Yayasan BPLP UM dalam pengembangan International Class Program dan peningkatan kualitas pembelajaran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments