Suasana malam hingga menjelang dini hari menjadi salah satu pengalaman yang harus dilalui siswa kelas X MA Muhammadiyah 02 Pondok Modern Paciran (MAMDA) dalam Hizbul Wathan Orientasi (HWO).
Melalui berbagai rintangan dalam jelajah malam, para peserta dituntut untuk saling berkomunikasi, bekerja sama, dan menjaga kekompakan.
Jelajah malam tersebut menjadi bagian dari rangkaian HWO yang digelar Dewan Amaliyah Hizbul Wathan (DA HW) MAMDA pada 20–21 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas X itu mengusung tema “Meneguhkan Jiwa Kepanduan, Membangun Generasi Berkemajuan”.
Selain menjadi pengenalan awal terhadap kepanduan Hizbul Wathan, HWO juga menjadi pembekalan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, keberanian, serta kemandirian.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Madrasah MAMDA, Wasli Fauqi, S.Kom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan organisasi kepanduan Muhammadiyah yang menjadi bagian dari ekstrakurikuler wajib di MAMDA.
“Orientasi HW ini merupakan kegiatan pengenalan awal bagi siswa baru tentang Hizbul Wathan di madrasah. HW bukan sekadar barisan yang bisa berteriak dan tepuk tangan, tetapi merupakan kegiatan kepanduan yang mengajarkan disiplin diri, disiplin mental, sekaligus mempersiapkan siswa menjadi kader persyarikatan,” ujarnya.
Menurut Wasli, HWO menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, nilai, struktur, serta berbagai kegiatan dalam Hizbul Wathan.
Pengenalan tersebut mencakup Janji HW, Hukum HW, dan Salam HW. Para peserta juga dikenalkan dengan struktur kepanduan mulai dari Qabilah, Syu’bah, pembina, hingga Dewan Amaliyah.
“Jangan sampai anggota pandu tidak mengenal siapa pembina dan pemimpinnya,” pesannya.
Rangkaian kegiatan tidak hanya dirancang untuk memberikan pengetahuan tentang kepanduan. Berbagai aktivitas juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa melalui latihan disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan.
Peserta turut diperkenalkan dengan sejumlah keterampilan kepanduan, seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB), semaphore, tali-temali, hingga kegiatan berkemah.
Kegiatan diawali dengan materi PBB yang disampaikan anggota Koramil Paciran, Sertu Bambang W. dan Koptu Aryawan Nova.
Melalui materi tersebut, siswa mendapatkan pembelajaran mengenai kedisiplinan, kekompakan, serta tata cara baris-berbaris. Meski kegiatan cukup menguras tenaga, peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh semangat.
Materi berikutnya mengenai ke-Hizbul Wathan-an disampaikan Husnul Busro. Peserta diajak mengenal lebih jauh nilai-nilai kepanduan serta pentingnya menerapkan sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kemudian berlanjut dengan jelajah malam yang dimulai sekitar pukul 00.15 WIB hingga pukul 03.55 WIB. Dalam suasana malam, peserta harus melewati sejumlah rintangan dan menyelesaikan tugas yang telah disiapkan.
Jelajah malam tidak hanya menguji keberanian. Setiap kelompok juga dituntut membangun komunikasi dan kerja sama agar dapat menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, peserta beristirahat sebelum kembali mengikuti rangkaian HWO pada pagi hari.
Seluruh kegiatan ditutup pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. HWO menjadi pengalaman awal bagi siswa kelas X untuk mengenal lebih dekat kepanduan Hizbul Wathan sekaligus belajar menerapkan nilai disiplin, keberanian, kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments