Pujiono juga menekankan pentingnya mempersiapkan atlet secara berkelanjutan. Kejuaraan daerah menjadi salah satu tahapan untuk melihat hasil pembinaan sekaligus menyiapkan atlet yang memiliki kemampuan untuk melangkah ke level berikutnya.
“Sebagai salah satu jalan kaderisasi melalui pencak silat, tentunya kita harus mempersiapkan atlet” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembinaan Tapak Suci memiliki dimensi yang lebih luas. Prestasi olahraga berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kader yang memiliki semangat pengabdian dalam persyarikatan.
SD Muhammadiyah Kutoarjo Raih Juara Umum
Persaingan antar atlet berlangsung dalam suasana kompetitif sepanjang kejuaraan. Setelah seluruh pertandingan selesai, SD Muhammadiyah Kutoarjo berhasil meraih gelar Juara Umum I Kejurda Tapak Suci Putera Muhammadiyah Piala PDM Kabupaten Purworejo Tahun 2026.
Dengan ini maka SD Muhammadiyah Kutoarjo telah mempertahankan menjadi JUARA umum selama 3 pelaksanaan kejurda berhak atas piala Juara Umum menjadi trofi tetap.
Tercatat, SD Muhammadiyah Kutoarjo mengumpulkan 22 medali emas, 13 medali perak, dan tujuh medali perunggu.
Adapun posisi Juara Umum II diraih SD Muhammadiyah Bayan dengan perolehan 14 medali emas, 13 medali perak, dan 12 medali perunggu.
Sementara itu, SD Muhammadiyah Bruno menempati posisi Juara Umum III dengan raihan 10 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu.
Hasil tersebut menunjukkan kontribusi masing-masing unit latihan dalam pembinaan atlet Tapak Suci di Kabupaten Purworejo.
Selain penghargaan bagi unit latihan dengan perolehan medali terbanyak, panitia juga memberikan apresiasi khusus kepada pesilat yang dinilai menampilkan performa terbaik.
Predikat Pesilat Terbaik Putra diraih Ilham Fadhly Robby dari SD Muhammadiyah Kemiri. Sementara predikat Pesilat Terbaik Putri diberikan kepada Anindita Galuh Pramesti dari SD Muhammadiyah Bayan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian individu sekaligus motivasi bagi para atlet muda lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan.
Tanamkan Sportivitas dan Sikap Kesatria
Sejak awal, Kejurda Tapak Suci Purworejo 2026 ditujukan bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang menjadi bagian penting dalam pendidikan atlet.
Tujuan penyelenggaraan kejuaraan mencakup peningkatan pembinaan dan prestasi atlet Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo.
Selain itu, kegiatan memberikan wadah kompetisi bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, serta mental bertanding.
Panitia juga menempatkan proses penjaringan atlet potensial sebagai salah satu tujuan utama. Atlet yang memiliki kemampuan dan potensi dapat dikembangkan untuk mengikuti kejuaraan pada jenjang yang lebih tinggi.
Nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan sikap kesatria juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kejuaraan. Dalam pertandingan pencak silat, kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting selain penguasaan teknik.
Kejurda juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah antara atlet, pelatih, official, unit latihan, guru pendamping, wali murid, serta keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Purworejo.
Dengan demikian, arena pertandingan tidak hanya mempertemukan atlet dalam kompetisi, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem pembinaan Tapak Suci.





0 Tanggapan
Empty Comments