Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Jatuh Bangun di Gelanggang, Andre Annur Rosi Jadi Pesilat Terbaik Wali Kota Cup XI 2026

Iklan Landscape Smamda
Dari Jatuh Bangun di Gelanggang, Andre Annur Rosi Jadi Pesilat Terbaik Wali Kota Cup XI 2026
Dok: Elly Fitriana
pwmu.co -

Perjalanan panjang Andre Annur Rosi di dunia pencak silat akhirnya berbuah prestasi. Pesilat Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo itu meraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai pesilat terbaik kategori dewasa dalam Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan se-Kota Probolinggo, Wali Kota Cup XI 2026.

Kejuaraan tersebut berlangsung pada 26–27 September 2026 di GOR Mastrip, Kedopok, Kota Probolinggo. Ajang ini diikuti berbagai perguruan pencak silat yang ada di Kota Probolinggo.

Pada partai final, Andre tampil memukau. Ia mampu mengendalikan pertandingan dengan permainan yang terukur dan bersih tanpa pelanggaran. Penampilan tersebut mengantarkannya meraih medali emas sekaligus menyumbangkan prestasi bagi kontingen Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo.

Namun, medali emas Wali Kota Cup XI 2026 bukanlah hasil yang datang secara tiba-tiba. Di balik prestasi tersebut terdapat perjalanan panjang, kegagalan, cedera, hingga keinginan untuk menyerah yang harus dilalui Andre.

Andre mengenal Tapak Suci ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat berusia 11 tahun atau kelas 5 SD, ia bergabung dengan Tapak Suci Yani Mania (TSYM).

Ketertarikannya bermula dari kebiasaan melihat kakak-kakaknya berlatih. Dari sana, muncul keinginan untuk mencoba sekaligus menekuni pencak silat.

“Awal mula saya bergabung pada perguruan pencak silat Tapak Suci karena saya melihat kakak-kakak saya berlatih sehingga membuat saya tertarik untuk mencobanya dan membulatkan tekad saya untuk bisa berprestasi di bidang ini,” kata Andre.

Dari latihan itu, Andre mulai membangun tekad untuk menjadikan pencak silat bukan sekadar aktivitas, melainkan bidang yang ingin ditekuninya secara serius.

Perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku mengalami banyak jatuh bangun ketika mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Keringat, rasa kecewa, bahkan air mata menjadi bagian dari proses yang harus dilewati.

Beberapa kali kegagalan membuatnya hampir menyerah. Namun, Andre memilih bangkit dan kembali berlatih.

Keinginan untuk berkembang kemudian membawanya menuju level yang lebih tinggi. Saat duduk di kelas 2 SMP, Andre berhasil lolos dan bergabung dengan Tim IPSI Kota Probolinggo.

Sejumlah kejuaraan kemudian diikutinya, mulai dari tingkat kota hingga pertandingan antarkota sebagai bagian dari upaya mewakili Kota Probolinggo.

Andre tercatat mengikuti Pra-Porprov, dua kali Kejurprov, dan Porprov. Meski belum selalu mampu memberikan hasil seperti yang diharapkan, pengalaman tersebut tidak membuat tekadnya surut.

SMPM 5 Pucang SBY

“Tentunya banyak juga kegagalan yang saya alami, namun saya memilih untuk terus berusaha. Saya ingin membanggakan keluarga, perguruan Tapak Suci, serta kota saya,” ujarnya.

Perjalanan Andre sebagai pesilat bahkan sempat terhenti selama beberapa tahun setelah mengalami kecelakaan. Ia harus vakum dari aktivitasnya sebagai pesilat.

Setelah kembali, semangat untuk berlatih dan berkompetisi tumbuh lagi. Perlahan, kerja keras tersebut kembali membuahkan hasil.

Sejumlah prestasi kemudian berhasil diraihnya. Andre menjadi pesilat terbaik dalam Kejuaraan Kapolres Probolinggo Kota Cup 2022, Kejuaraan Tapak Suci Muhammadiyah Cup 6 tahun 2025, dan kini kembali meraih predikat pesilat terbaik pada Wali Kota Cup XI 2026.

Bagi Andre, pencapaian tersebut bukan alasan untuk berhenti. Ia justru menjadikannya sebagai pijakan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Saya akan terus mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk event-event selanjutnya,” katanya.

Ada satu pesan dari pelatih yang terus dipegang Andre dalam menjalani perjalanan sebagai pesilat, yakni ilmu padi: semakin berisi semakin merunduk.

Pesan itu menjadi pengingat agar prestasi tidak membuatnya cepat puas. Baginya, kemenangan di gelanggang harus berjalan bersama sikap rendah hati dan kemauan untuk terus belajar.

Medali emas dan predikat pesilat terbaik Wali Kota Cup XI 2026 akhirnya menjadi satu babak dalam perjalanan Andre.

Dari seorang anak berusia 11 tahun yang tertarik berlatih karena melihat kakaknya, ia tumbuh menjadi pesilat yang telah melewati berbagai pertandingan, kegagalan, masa vakum, hingga kembali berdiri di podium tertinggi.

Revisi Oleh:
  • Satria - 29/09/2026 11:44
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu