Ampas kopi, limbah kulit udang, budidaya maggot, hingga upaya pencegahan perundungan menjadi bagian dari 12 projek inovatif mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Beragam karya tersebut dipamerkan dalam Gelar Karya di Lapangan Futsal Umsura, Jalan Sutorejo No. 59, Surabaya, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi PPG Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Projek Kepemimpinan.
Pesertanya adalah mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026 dari bidang studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Bahasa Indonesia.
Berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini juga diisi dengan pembacaan naskah Sumpah Pemuda.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi sekolah serta masyarakat.
Ketua Pelaksana Gelar Karya, Sandha Soemantri MPd menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan kepemimpinan melalui projek yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Melalui Projek Kepemimpinan, mahasiswa belajar mengenali persoalan, membangun kerja sama dengan mitra, dan mengembangkan solusi sesuai kebutuhan di lapangan. Proses itulah yang ingin kami hadirkan dalam Gelar Karya ini sebagai bagian dari pembentukan calon guru yang peka dan mampu mengambil peran” ujarnya.
Menurut Sandha, pelaksanaan Gelar Karya bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda memberikan makna tersendiri bagi mahasiswa sebagai calon pendidik.
“Semangat Sumpah Pemuda kami hadirkan melalui kolaborasi dan karya. Kami berharap mahasiswa membawa semangat tersebut ke sekolah tempat mereka mengabdi, dengan menjadi guru yang mampu menggerakkan perubahan bersama warga sekolah dan masyarakat” tuturnya.
Mengolah Limbah, Mengembangkan Potensi Lokal
Persoalan lingkungan dan pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu fokus projek mahasiswa PPG Umsura.
Kelompok PGSD A2 mengembangkan pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan aromatik dalam pembuatan lilin aromaterapi bersama mitra Sedulur Tunggal Kopi.
Sementara itu, kelompok PGSD C3 mengolah limbah kulit udang menjadi produk saus chitosan di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Inovasi pengelolaan limbah juga dikembangkan kelompok PGSD B1 melalui KARSA MAGZOLLA di SDN Wonorejo III/314 Surabaya.
Projek ini mengintegrasikan budidaya maggot dan azolla berbasis limbah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung kemandirian pakan ayam pedaging.
Di SDN Sidotopo I Surabaya, mahasiswa menghadirkan program Eco-Leadership. Adapun di SDN Kertajaya I/207 Surabaya, kelompok mahasiswa mengembangkan ECO CARE.
Kedua projek tersebut mendorong keterlibatan warga sekolah dalam pengelolaan limbah dan pembentukan kepedulian terhadap lingkungan.
Kelompok PGSD A3 juga mengangkat potensi tanaman lokal melalui pemanfaatan bunga telang sebagai teh herbal dan pewarna alami dalam pembuatan sabun cuci piring di SDN Menur Pumpungan Surabaya.
Sementara itu, inovasi cita rasa jamu tradisional dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kampung Herbal Nginden, Surabaya.
Projek ini menjadi salah satu upaya mengenalkan dan mengembangkan potensi herbal lokal melalui pendekatan kreatif.
Membangun Ruang Aman dan Kepercayaan Diri Anak
Selain lingkungan dan potensi lokal, sejumlah projek berfokus pada kebutuhan anak untuk mendapatkan ruang aman, mengembangkan kemampuan, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri.
Kelompok PGSD C1 menghadirkan layanan WANI, singkatan dari Wadah Aman, Nyaman, Inspiratif, di SDN Putat Gede I/94 Surabaya.
Projek ini menempatkan kebutuhan anak terhadap lingkungan yang aman dan mendukung sebagai perhatian utama.
Mahasiswa bidang studi Bahasa Indonesia mengembangkan Sudut Cerita, sebuah inovasi digital untuk mendukung pencegahan perundungan dan penguatan kesehatan mental murid SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.
Di Panti Asuhan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, mahasiswa mengusung projek bertajuk “Aku Bisa, Aku Berani”. Program ini berfokus pada penguatan kepercayaan diri anak melalui kegiatan kreatif dan galeri potensi.
Pengembangan literasi juga menjadi perhatian melalui Lokasari, singkatan dari Lakon, Kuis, dan Sastra Mandiri.
Bekerja sama dengan Komunitas Cahaya Bunda Surabaya, projek ini menghadirkan media stimulasi untuk mengembangkan kecakapan literasi dan kepercayaan diri anak binaan.
Adapun projek RISE di SDN Klampis Ngasem III/512 Surabaya menghadirkan gagasan etalase digital karya murid.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kreativitas sekaligus menumbuhkan pola pikir kewirausahaan sejak dini.
Mitra Terlibat dalam Penilaian Projek
Gelar Karya tidak hanya menjadi ajang memamerkan hasil inovasi mahasiswa, tetapi juga bagian dari evaluasi pembelajaran mata kuliah Projek Kepemimpinan.
Dalam pelaksanaan UAS, Program Studi PPG FPKS Umsura melibatkan dosen sebagai penguji serta mengundang kepala sekolah dan perwakilan mitra projek.
Mitra yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari sekolah, pelaku usaha, komunitas, pemerintah desa, hingga pengelola panti asuhan.
Keterlibatan para mitra tersebut memungkinkan penilaian karya mempertimbangkan tidak hanya aspek akademik, tetapi juga kesesuaian projek dengan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, hasil pembelajaran mahasiswa ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari produk olahan berbasis potensi lokal, inovasi pengelolaan limbah, media digital, layanan pendukung bagi murid, hingga program pendampingan anak.
Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, Gelar Karya PPG Umsura menunjukkan bahwa calon guru tidak hanya dipersiapkan untuk mengajar di ruang kelas.
Mereka juga didorong untuk mengenali persoalan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi sekolah serta masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments