Empat TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) di Kota Madiun meraih penghargaan dalam Lomba Inovasi Video Pembelajaran Berbasis Interactive Flat Panel (IFP) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru (KKG) TK Kota Madiun. Pengumuman pemenang berlangsung Kamis (29/10/2026), dengan TK ABA 11 meraih Juara I, TK ABA 18 Juara II, TK ABA 3 Juara III, dan TK ABA 7 Juara Harapan I.
Capaian tersebut menunjukkan kreativitas para guru TK ABA dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi untuk anak usia dini. Setiap tim menghadirkan gagasan berbeda, mulai dari permainan edukatif literasi dan numerasi hingga pengenalan dunia binatang dan bawah laut.
Kompetisi yang berlangsung sejak September 2026 ini menantang peserta untuk merancang ide pembelajaran, menyusun skenario, mengembangkan media interaktif, dan mengemasnya menjadi video pembelajaran. Batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 25 September 2026.
TK ABA 11 Kembangkan Permainan Literasi dan Numerasi
TK ABA 11 berhasil meraih Juara I melalui karya berjudul “ABAS: GELIS (Games Edukatif Literasi Numerasi Berbasis IFP)”. Karya tersebut mengangkat permainan edukatif berbasis IFP sebagai media untuk mendukung pengembangan kemampuan literasi dan numerasi anak.
Bagi tim TK ABA 11, proses pembuatan video menjadi kesempatan untuk menguji kreativitas sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru. Mereka mengaku sempat menghadapi tantangan ketika harus menuangkan gagasan menjadi video pembelajaran yang menarik dan bermakna.
“Awalnya kami merasa tertantang karena harus menuangkan ide kreatif menjadi sebuah video yang menarik, interaktif, dan bermakna.”
Tim tersebut juga mengungkapkan rasa bahagia, syukur, dan bangga karena dapat mengikuti kompetisi. Proses pengerjaan karya menjadi pengalaman berharga untuk belajar bersama dan mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi pencapaian dalam perlombaan, tetapi juga dorongan bagi para guru untuk terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan anak dan perkembangan teknologi pendidikan.
TK ABA 18 Kemaskan Literasi dan Numerasi melalui Tema Buah
Juara II diraih TK ABA 18 melalui karya berjudul “Inovasi Pembelajaran Berbasis IFP: Berliterasi dan Numerasi yang Menyenangkan, Tema Buah Kesukaanku”.
Karya ini menggunakan buah-buahan sebagai konteks pembelajaran untuk mengenalkan literasi dan numerasi melalui tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman sederhana di sekitar anak dapat dikembangkan menjadi bahan belajar yang menarik.
Tim TK ABA 18 mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Mereka memandang kompetisi ini sebagai kesempatan untuk belajar, bekerja sama, serta meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan media digital.
“Bagi kami, pengalaman ini sangat berharga karena menjadi kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan media digital,” ungkap tim peserta TK ABA 18.
Mereka mengakui proses pengembangan ide hingga produksi video memiliki tantangan tersendiri. Namun, kerja sama tim dan upaya mengoptimalkan penggunaan IFP membantu mereka menyelesaikan karya tersebut.
“Kami berharap pencapaian ini tidak hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya, berinovasi, dan memanfaatkan media digital secara positif dan bermanfaat,” lanjut mereka.
TK ABA 3 Ajak Anak Menjelajahi Dunia Binatang
Sementara itu, TK ABA 3 meraih Juara III melalui karya berjudul “Animal Quest: Petualangan di Dunia Binatang”. Karya ini mengangkat dunia binatang sebagai tema pembelajaran yang dekat dengan rasa ingin tahu anak usia dini.
Tim peserta TK ABA 3 menceritakan bahwa mereka sempat kebingungan ketika pertama kali mengetahui adanya perlombaan. Mereka perlu menentukan konsep yang tepat untuk dikembangkan menjadi video pembelajaran.
“Begitu mengetahui adanya lomba ini, kami sempat merasa bingung, tetapi tertantang dalam menentukan konsep yang paling tepat untuk diangkat.”
Setelah menemukan gagasan, tim mulai menyusun alur pembelajaran, merancang media interaktif menggunakan IFP, kemudian mengembangkan konsep tersebut menjadi sebuah video.
“Perjalanannya memang panjang, tetapi rasanya sangat berkesan dan seru. Seluruh proses ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk terus mengasah diri demi memberikan pembelajaran terbaik bagi anak-anak,” ungkap mereka.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi guru, terutama dalam keberanian mencoba hal baru dan mengolah gagasan menjadi media pembelajaran.
TK ABA 7 Kenalkan Dunia Bawah Laut
Prestasi TK ABA Kota Madiun semakin lengkap dengan keberhasilan TK ABA 7 meraih Juara Harapan I melalui karya berjudul “MPI: Mengenal Dunia Bawah Laut”.
Karya tersebut mengangkat kehidupan bawah laut sebagai tema pembelajaran untuk mengenalkan lingkungan dan berbagai makhluk hidup melalui media digital interaktif.
Bagi tim TK ABA 7, keikutsertaan dalam lomba juga menjadi ruang untuk meningkatkan keterampilan menggunakan IFP bersama rekan sejawat dan anak-anak di kelas.
“Senang bisa mengasah kemampuan menggunakan IFP bersama rekan sejawat dan anak-anak di dalam kelas. Ternyata di atas langit masih ada langit, sehingga kami harus tetap upgrade ilmu,” ungkap tim peserta TK ABA 7.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat belajar berkelanjutan yang perlu dimiliki pendidik. Perkembangan teknologi dan kebutuhan belajar anak mendorong guru untuk terus memperbarui pengetahuan serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola pembelajaran.
Perkuat Inovasi Pembelajaran Anak Usia Dini
Keberhasilan empat TK ABA Kota Madiun dalam kompetisi ini menunjukkan adanya upaya pendidik untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran anak usia dini.
Penggunaan IFP tidak sekadar menghadirkan layar interaktif di dalam kelas. Guru perlu mengembangkan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik anak. Melalui pemanfaatan yang tepat, media tersebut dapat mendukung kegiatan mengamati, mengenali konsep, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar.
Raihan penghargaan ini juga menjadi kesempatan bagi para guru TK ABA untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik. Proses pengembangan karya, mulai dari menemukan ide hingga menghasilkan video pembelajaran, dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Empat penghargaan yang diraih bukanlah akhir dari proses pengembangan diri. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi para pendidik untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan serta bermakna bagi tumbuh kembang anak. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments