Sebanyak 294 siswa-siswi dari 28 SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya mengikuti Wisuda IV Tahfidzul Qur’an yang digelar K3 SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Smamda Tower, Jalan Pucang Adi Surabaya, tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan kehadiran para orang tua wali murid yang memenuhi ruangan sejak pagi hari.
Mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan”, wisuda ini menjadi simbol lahirnya generasi Qur’ani yang diharapkan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi harapan besar bagi masa depan umat dan bangsa.
Dari total wisudawan, sebanyak 211 siswa berhasil menyelesaikan hafalan 1 juz, sedangkan 83 siswa lainnya telah mencapai hafalan lebih dari 1 juz.
Suasana haru terasa ketika satu per satu wisudawan dan wisudawati memasuki ruang acara dengan mengenakan busana terbaik mereka.
Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata bangga menyaksikan putra-putri mereka berdiri sebagai generasi penghafal Al-Qur’an.
Momentum tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan sekolah Muhammadiyah dalam membangun generasi yang unggul dalam akademik, kokoh dalam akhlak, dan kuat dalam spiritualitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Ridhwan, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Dikky Sadqamullah, motivator pendidikan Misbahul Munir, serta seluruh kepala sekolah SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya.
Kehadiran para tokoh pendidikan Muhammadiyah tersebut semakin menambah semangat dan kebanggaan para wisudawan beserta keluarga.
Dalam sambutannya, Ketua K3 SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazzam, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh siswa dan wali murid.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan anak-anak menghafal Al-Qur’an tidak lepas dari peran besar orang tua yang sabar mendampingi proses belajar di rumah.
“Terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah menghantarkan putra-putrinya menjadi generasi penjaga Al-Qur’an. Semoga langkah kecil ini menjadi jalan lahirnya generasi berkemajuan yang dicintai Allah,” tuturnya.
Kegiatan wisuda semakin menyentuh hati ketika Wakil Ketua PCM Kenjeran membacakan puisi berjudul Mahkota Cahaya di Kepalamu.
Dengan penuh penghayatan, puisi tersebut menggambarkan perjuangan para penghafal Al-Qur’an yang rela melawan kantuk dan mengulang hafalan demi hafalan hingga akhirnya mampu mempersembahkan “mahkota cahaya” bagi kedua orang tuanya.
Suasana aula mendadak hening, sementara sejumlah wali murid tampak tak kuasa membendung air mata haru.
Dalam salah satu bait puisinya disampaikan pesan mendalam bahwa hafalan Al-Qur’an bukan sekadar untuk seremoni wisuda atau kebanggaan sesaat, melainkan sebuah perjanjian hidup untuk menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang hayat.
Pesan tersebut ditutup dengan kalimat penuh semangat, “Jadilah Qur’an yang berjalan,” yang langsung disambut takbir para hadirin memenuhi ruangan acara.
Wisuda IV Tahfidzul Qur’an ini menjadi simbol tumbuhnya semangat pendidikan Islam berkemajuan di lingkungan Muhammadiyah Surabaya.
Tema “Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan” tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi juga cita-cita besar untuk menghadirkan generasi yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber akhlak, dan cahaya peradaban.
Bagi para orang tua, momen tersebut bukan sekadar wisuda biasa, melainkan hari ketika doa-doa panjang mereka terasa benar-benar dikabulkan Allah SWT.





0 Tanggapan
Empty Comments