Iklan SDM 4 Mudipat 2026

AI Ubah Cara Publik Mengakses Berita, Dwi Eko Lokononto Ingatkan Media Beradaptasi

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
AI Ubah Cara Publik Mengakses Berita, Dwi Eko Lokononto Ingatkan Media Beradaptasi
Dwi Eko Lokononto ketika menyampaikan pemaparan dalam Pelatihan Hukum Jurnalisme Siber (Huda/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Perubahan perilaku audiens dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi tantangan bagi keberlanjutan industri media digital. Media tidak cukup hanya memproduksi berita, tetapi juga perlu memperkuat reputasi, mengembangkan konten visual, dan mencari model bisnis yang sesuai dengan perubahan ekosistem digital.

Hal tersebut disampaikan Dwi Eko Lokononto, CEO Beritajatim.com, dalam Pelatihan Hukum Jurnalisme Siber yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi (MPID), Majelis Hukum dan HAM, serta PWMU.CO di Trawas, Sabtu (31/10/2026).

Dwi Eko yang merupakan mantan jurnalis Surabaya Post tersebut menjelaskan bahwa industri media menghadapi perubahan mendasar dalam cara masyarakat memperoleh informasi. Jika sebelumnya pembaca mencari berita melalui situs media, kini mereka semakin banyak mengakses informasi melalui media sosial, mesin pencari, dan layanan berbasis AI.

Perubahan itu berdampak pada jumlah kunjungan ke situs berita dan pendapatan iklan digital. Ketika pengguna memperoleh ringkasan informasi langsung dari platform digital, peluang mereka mengunjungi situs media menjadi semakin kecil.

“Pengaruh media turun 36 persen, paling buruk,” demikian penekanan mengenai penurunan pengaruh media yang disampaikan dalam materi pelatihan.

Dalam paparannya bertajuk Bisnis Media di Era Digital: Beradaptasi, Membangun Reputasi dan Kembangkan Model Bisnis, Dwi Eko juga menyoroti pergeseran konsumsi informasi dari teks menuju konten visual, terutama video. Menurutnya, media perlu menyesuaikan bentuk penyajian berita dengan kebiasaan audiens tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi membuat media tidak lagi hanya bersaing dalam memproduksi informasi. Media juga berhadapan dengan algoritma platform digital yang menentukan bagaimana konten ditemukan dan dikonsumsi masyarakat.

“Jadi, kalau kita membuat berita, Pak Rektor misalnya, yang dari Jember mana ya? Ada nggak? Ada dari Jember? Ah, iya. Misalnya aku wawancara dengan Rektor Punggu Jember. Maka, selain dipersiapkan sebagai tulisan, tolong begitu masuk ke ruangan, mau masuk ke ruangan teman-teman, saya sekarang ada di depan ruangan Rektor Komunitas Muhammad Jember,” ujarnya dalam transkrip pemaparan.

Dwi Eko menekankan pentingnya mengembangkan konten visual yang menampilkan kehadiran jurnalis dan proses peliputan. Menurutnya, wajah dan kredibilitas jurnalis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan audiens terhadap informasi yang diproduksi media.

“Karena wajah itu adalah password,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi, media harus tetap menjalankan fungsi jurnalistik sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya. Tantangan era post-truth membuat masyarakat tidak selalu menjadikan fakta sebagai dasar dalam menerima informasi. Karena itu, media perlu menjaga akurasi dan kredibilitas agar tetap menjadi rujukan publik.

Delapan aspek keberlanjutan media digital

Dalam presentasinya, Dwi Eko memaparkan delapan aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan media digital, yaitu lingkungan bisnis (business environment), pengembangan bisnis (business development), pengembangan merek (brand development), pengembangan konten (content development), pengembangan audiens (audience development), pengembangan distribusi (distribution development), pengembangan pendapatan (revenue development), serta teknologi dan AI.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Menurutnya, pengembangan media perlu dilakukan secara menyeluruh. Pengelola media harus memahami karakteristik atau DNA medianya, mengenali sumber trafik dan pendapatan, serta membangun reputasi secara internal maupun eksternal.

Penguatan merek juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang relevan, termasuk pengembangan program, kompetisi karya tulis, dan partisipasi dalam ajang penghargaan media.

Selain itu, media perlu memperluas jejaring, meningkatkan kemampuan tim, serta melakukan inovasi dalam penyajian dan distribusi konten. Pemanfaatan AI juga perlu diarahkan untuk mendukung kerja jurnalistik dan membantu media menjangkau audiens.

Dwi Eko mencontohkan pengalaman Beritajatim.com dalam mengembangkan media lokal agar mampu menjangkau pembaca lebih luas. Menurutnya, media daerah memiliki peluang untuk tumbuh dengan mengandalkan karakter lokal, kedekatan dengan masyarakat, serta konten yang memiliki nilai tersendiri.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan dan manajemen perusahaan secara disiplin. Pengelola media perlu memisahkan keuangan pribadi dari keuangan perusahaan serta menyiapkan cadangan keuangan untuk menghadapi situasi krisis.

Pengembangan sumber pendapatan alternatif menjadi semakin penting ketika pendapatan iklan programatik mengalami tekanan. Media tidak dapat terus bergantung pada satu sumber pendapatan, melainkan perlu menguji model bisnis yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masing-masing.

Menutup paparannya, Dwi Eko mendorong pengelola media untuk memperkuat identitas, kreativitas, manajemen, dan reputasi. Ia juga menekankan pentingnya mempelajari pengalaman media lain sebagai bahan pengembangan inovasi.

Perubahan dari optimasi mesin pencari (search engine optimization/SEO) menuju optimasi mesin generatif (generative engine optimization/GEO) turut menjadi perhatian. Media perlu memahami cara masyarakat menemukan informasi melalui layanan AI agar konten jurnalistik tetap dapat dijangkau pembaca.

Dengan demikian, adaptasi teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas jurnalistik. Keberlanjutan media digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan trafik, tetapi juga oleh kepercayaan publik, kekhasan konten, dan pengelolaan bisnis yang sehat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 31/10/2026 15:23
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu