Mengawali pekan kedua di awal tahun 2026, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun menggelar Apel Karyawan rutin pada Kamis (8/1/2026).
Apel yang berlangsung di halaman Gedung Arraudhah ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan semangat seluruh elemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apel dipimpin Wakil Direktur RSI Siti Aisyah Madiun, dr. Erik Hidajaya, serta diikuti oleh jajaran kepala bagian (Kabag), kepala bidang (Kabid), staf administrasi, dan tenaga medis dari berbagai unit layanan.
Dalam amanatnya, dr. Erik Hidajaya menegaskan bahwa layanan kepada pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional rumah sakit. Menurutnya, kepuasan dan keselamatan pasien merupakan indikator utama keberhasilan layanan kesehatan.
“Sinergi seluruh elemen rumah sakit sangat penting. Kepuasan dan keselamatan pasien adalah tolak ukur keberhasilan layanan kita. Semua aktivitas kerja harus bermuara pada pelayanan terbaik bagi pasien,” tegas Erik.
Dia mengingatkan bahwa kualitas layanan tidak hanya diukur dari aspek medis semata, tetapi juga dari sikap, empati, dan kecepatan respons seluruh karyawan dalam melayani pasien dan keluarga pendamping.
Pada kesempatan tersebut, dr. Erik juga menyoroti optimalisasi penggunaan fasilitas di Gedung Baru AR. Fachrudin.
Dia mengimbau seluruh karyawan untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sarana lift dan tangga, demi mendukung efisiensi operasional serta kenyamanan pasien.
“Kami harapkan karyawan dapat meminimalisir penggunaan lift jika hanya untuk jarak dekat. Berikan prioritas penggunaan lift bagi pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari budaya kerja yang berorientasi pada kepentingan pasien serta pengelolaan fasilitas rumah sakit yang lebih tertib dan efisien.
Sebagai rumah sakit berbasis nilai-nilai Islam, RSI Siti Aisyah Madiun terus menegaskan komitmennya terhadap penerapan 7 Langkah Pelayanan Islami.
Erik menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus diinternalisasi oleh seluruh karyawan, bukan sekadar menjadi slogan.
“Setiap interaksi dengan pasien harus mencerminkan pelayanan Islami. Tidak hanya menyembuhkan secara medis, tetapi juga memberikan ketenangan spiritual bagi pasien dan keluarganya,” tutur Erik.
Selain itu, manajemen juga memberikan perhatian serius pada penataan dan kenyamanan area parkir. Lingkungan rumah sakit yang tertata rapi dan nyaman dinilai turut berpengaruh terhadap pengalaman layanan pasien.

Apel awal tahun ini juga membawa kabar gembira bagi seluruh karyawan. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas kerja, manajemen RSI Siti Aisyah Madiun akan memberikan penghargaan umroh gratis kepada lima karyawan terpilih pada tahun 2026.
Program ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh staf untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga profesionalisme dalam bekerja.
Menutup amanatnya, . Erik Hidajaya mengungkapkan rencana besar pengembangan infrastruktur rumah sakit. Saat ini, RSI Siti Aisyah Madiun tengah mematangkan perencanaan pembangunan gedung baru setinggi tujuh lantai.
Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Madiun dan sekitarnya, sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menyediakan fasilitas medis yang modern, lengkap, dan berstandar tinggi.
Dengan semangat awal tahun dan sinergi seluruh karyawan, RSI Siti Aisyah Madiun optimistis dapat terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islami.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan program RSI Siti Aisyah Madiun dapat diakses melalui laman resmi Website RSI Siti Aisyah Madiun. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments