
PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) menggelar Apel Syawalan di halaman sekolah sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan Syawal.
Acara ini diikuti oleh seluruh guru, karyawan, serta peserta didik dari kelas X, XI, dan XII, pada Rabu (8/4/2025).
Apel yang berlangsung dengan khidmat ini menghadirkan Anas Thohir, guru Pendidikan Islam dan Muamalah (Ismuba), sebagai pembina apel.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta apel mengenai empat tanda kebahagiaan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Minimal, kebahagiaan yang diperoleh adalah menjadi hamba yang bahagia di dunia dan akhirat, sebagaimana disebut dalam hadis: Sa’idun fid dunya wa sa’idun fil akhirah (bahagia di dunia dan di akhirat).
Empat tanda kebahagiaan tersebut adalah:
Pertama, Pasangan suami-istri dan anak-anak yang sholeh dan sholehah – Mereka selalu menjalankan kewajiban dan sunnah utama, memiliki sifat mulia dalam ucapan yang membawa kedamaian, senantiasa menjaga salat malam, serta menghindari dosa besar.
Kedua, Putra dan putri yang sholeh dan sholehah – Anak-anak yang meniru orang tua mereka dalam bertutur kata, melaksanakan salat, serta bersedekah. Hal ini sesuai dengan teori imitasi dalam pendidikan.
Ketiga, Lingkungan yang baik – Seseorang yang berada di lingkungan yang baik akan mendapatkan doa keberkahan dari orang-orang sholeh.
Keempat, Rezeki yang halal di negeri sendiri – Rezeki yang diperoleh dari sumber yang halal akan melahirkan energi yang positif, sehingga doa dan salat akan diterima. Sebaliknya, makanan dan minuman yang berasal dari sumber yang haram dapat menyebabkan doa tertolak.
“Bersyukur dan merasa cukup (qanaah) adalah syarat utama agar semua ini dapat terpenuhi, sehingga kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat kita raih,” ujar Bapak Anas Thohir.
Kegiatan ini menjadi momen bagi seluruh keluarga besar Smamsatu untuk mempererat kebersamaan setelah menjalani bulan Ramadan.
Apel Syawalan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Islami yang terus dijunjung tinggi oleh sekolah. Setelah apel, acara dilanjutkan dengan sesi saling memaafkan antara guru dan peserta didik.
Dengan terselenggaranya Apel Syawalan ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat mengambil hikmah dari pesan yang disampaikan dan semakin semangat dalam menuntut ilmu serta membangun karakter yang lebih baik. (*)
Penulis Rudi Ihwono Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments