
PWMU.CO – Gemuruh tepuk tangan memenuhi aula Sekolah Menengah Arab JAIM Al Ahmadi, Melaka, Malaysia, saat para siswa dari program Sunday School SMP Muhammadiyah 2 Surabaya unjuk kebolehan Robot Angklung buatan mereka. Perpaduan antara teknologi dan budaya itu hadir melalui permainan musik tradisional yang dipresentasikan secara otomatis
Suasana penuh antusias itu menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian International Visit pada Minggu-Jumat (6-11/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari program kerja sama internasional atau sister school yang digagas SMP Muhammadiyah 2 Surabaya bersama beberapa institusi pendidikan Islam di Malaysia dan Thailand.
Kerja sama sister school yang sebelumnya telah dijalin dengan Maktab Rendah Sains MARA (MRSM) Alor Gajah, Sekolah Menengah Arab Assaiyidah Khadijah, dan Kolej Profesional MARA Bandar Melaka, kini meluas dengan bergabungnya Sekolah Menengah Arab JAIM Al Ahmadi dan Melaka International School. Tidak hanya sampai di Malaysia, jalinan ukhuwah ini juga merambah ke Thailand melalui kolaborasi dengan Islamic College of Thailand.
Dalam kunjungan ke kedua negara tersebut, para siswa turut mempersembahkan kekayaan budaya Indonesia melalui tarian khas Surabaya dan pertunjukan Tapak Suci. Mereka juga menunjukkan kecakapan berbahasa melalui penampilan story telling serta pidato dalam Bahasa Inggris dan Arab
“Pendidikan yang unggul tidak bisa berdiri sendiri,” ujar Koordinator Sunday School, Anas Efendi MPd.
Ia juga menyampaikan bahwa melalui kolaborasi internasional ini, siswa dapat belajar lintas budaya, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Dra Ida Indahwati Waliulu, menambahkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar kerja sama dalam program sister school, namun juga mencakup pertukaran gagasan tentang kurikulum, pengembangan metode pembelajaran, serta pelaksanaan proyek-proyek inovatif yang melibatkan guru dan siswa secara aktif.
“Kegiatan bersama ini dirancang untuk memupuk kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan global,” tegas Ida Indahwati. (*)
Penulis Firzah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments