Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pesan PDM Lamongan: Jangan Jadi Hamba Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Pesan PDM Lamongan: Jangan Jadi Hamba Ramadan
Pesan PDM Lamongan: Jangan Jadi Hamba Ramadan. Foto: Isitimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan mengadakan kegiatan halalbihalal yang dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Gaya Hidup Halal Muslimah dari Konsumsi hingga Keuangan Sehari-hari”. Acara tersebut berlangsung pada Ahad (12/4/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Lamongan dengan lancar.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., Wakil Ketua PDM Lamongan KH. Mulyono AR, perwakilan PDA Lamongan Hj. Asrokhah, S.Pd., M.P., Wakil Rektor UMLA beserta kaprodi dan dosen FEB UMLA, Ketua PDNA Lamongan Arika Karim, S.H.I., S.Pd.I., Ketua Kwarda Hizbul Wathan Ainur Rofiq HW, narasumber seminar Farokhah Muzayinatun Niswah, S.EI., M.Si., serta seluruh pengurus Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Daerah Lamongan.

Apresiasi dan Dukungan PDM Lamongan

Wakil Ketua PDM Lamongan, KH. Mulyono AR, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan PDNA Lamongan. Ia menilai kegiatan semacam ini penting sebagai bagian dari upaya organisasi dalam menyebarkan syiar Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, KH. Mulyono AR menjelaskan tiga kelompok manusia setelah Ramadan. Pertama, orang yang tidak mengalami perubahan sebelum maupun sesudah Ramadan, yang termasuk golongan merugi. Kedua, orang yang hanya baik saat Ramadan, namun kembali kepada kebiasaan sebelumnya setelah Ramadan, yang disebut sebagai hamba Ramadan, bukan hamba Allah secara keseluruhan.

Ketiga, orang yang mampu menjaga kebaikan sebelum, selama, dan setelah Ramadan. Kelompok ini disebut sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan.

Ia menegaskan bahwa menjaga kedisiplinan setelah Ramadan merupakan tantangan tersendiri. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah sejauh mana seseorang mampu mempertahankan kedisiplinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Mengutip firman Allah dalam Surah Al-‘Ashr, ia mengingatkan bahwa manusia berada dalam kerugian jika tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Banyak waktu terbuang sia-sia akibat kurangnya kedisiplinan dalam mengelola aktivitas.

Menurutnya, waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak dapat kembali. Oleh karena itu, setiap individu dituntut untuk mengoptimalkan waktu dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam menjalankan ibadah.

Konsistensi Ibadah dan Manfaat bagi Sesama

Disiplin dalam menjalankan ibadah tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan, tetapi harus menjadi kebiasaan sepanjang waktu. Ia juga menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an sebanyak seratus ayat memiliki keutamaan seperti melaksanakan salat malam sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Prinsip tersebut menjadi bagian dari nilai utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Revisi Oleh:
  • Aalimah Qurrata Ayun - 18/04/2026 13:56
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡