Mengenalkan lingkungan sekitar kepada anak sejak usia dini menjadi salah satu cara menumbuhkan rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebanggaan terhadap daerah tempat tinggalnya.
Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui pembelajaran bertema Kota Probolinggo Bersolek, dengan subtema Tempat-Tempat Rekreasi Kota Probolinggo, di PAUD ABA II Kota Probolinggo, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, murid-murid dikenalkan dengan sejumlah tempat rekreasi dan ruang publik di Kota Probolinggo melalui tayangan audiovisual menggunakan Interactive Flat Panel (IFP). Pembelajaran dipandu oleh Bunda Komariah, S.Pd., guru Kelompok A2.
Anak-anak tampak antusias menyimak tayangan yang ditampilkan. Sebagian besar sudah mengenal tempat-tempat tersebut, bahkan beberapa di antaranya pernah berkunjung bersama keluarga.
Tempat yang dikenalkan meliputi Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), Taman Maramis, Museum Kota Probolinggo, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Alun-alun Kota Probolinggo dan Bundaran Gladak Serang. Melalui tayangan tersebut, anak-anak diajak mengenali berbagai tempat di kota sendiri sekaligus memahami manfaatnya sebagai ruang rekreasi dan pembelajaran.
Mengenalkan Tempat Rekreasi, Menanamkan Adab
Pembelajaran ini tidak berhenti pada kemampuan anak menyebutkan nama tempat. Anak-anak juga diajak memahami perilaku yang baik ketika berada di tempat umum, seperti mengucapkan salam, berterima kasih, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, serta memperhatikan keselamatan diri.
Mereka juga dikenalkan dengan pentingnya bersabar dan menunggu giliran. Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang perlu dilatih secara berulang dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala PAUD ABA II Kota Probolinggo, Sulistyowati, S.Pd., menyampaikan bahwa pengenalan tempat rekreasi di lingkungan sekitar dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi anak.
“Alhamdulillah, hari ini murid-murid PAUD ABA II mengenal tempat rekreasi yang ada di Kota Probolinggo, seperti Museum Probolinggo, BJBR, Pantai Permata, Alun-Alun, dan lain-lain,” tuturnya.
Ia menjelaskan, anak-anak juga belajar tentang adab ketika berada di tempat yang baru, menjaga kebersihan dan keselamatan diri, serta bersabar saat menunggu giliran.
“Ketika kita kenalkan sejak dini dan menjadi sebuah pembiasaan, insyaallah akan menjadi sebuah karakter yang baik bagi anak,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan kebiasaan positif yang diharapkan melekat dalam perilaku anak.
Belajar dari Lingkungan Terdekat
Wakil Kepala PAUD ABA II bidang Kurikulum, Hamidah Ari Wijayanti, S.Pd., turut mendukung pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi dengan lingkungan terdekat anak.
Melalui pengenalan tempat rekreasi lokal, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berbahasa dengan menyebutkan nama tempat, memperluas pengetahuan tentang lingkungan, serta belajar berinteraksi dan memahami aturan sederhana di ruang publik.
Pembelajaran juga diarahkan untuk menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas keindahan lingkungan, membiasakan perilaku santun, dan mengembangkan kepedulian terhadap kebersihan serta keselamatan diri.
Dengan mengenal tempat-tempat di Kota Probolinggo sejak dini, anak-anak diharapkan semakin akrab dengan lingkungannya. Mereka tidak hanya mengetahui nama tempat rekreasi, tetapi juga belajar menjadi pengunjung yang tertib, peduli, dan bertanggung jawab.
Dari pembelajaran sederhana di kelas, benih cinta terhadap kota sendiri mulai ditanamkan. Sebab, karakter yang baik tumbuh melalui pengenalan, keteladanan, dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments