Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Berasa di Jepang, Siswa Spemduta Belajar Membuat Makizushi dan Mengenakan Yukata di Smamita

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Berasa di Jepang, Siswa Spemduta Belajar Membuat Makizushi dan Mengenakan Yukata di Smamita
Guru Bahasa Jepang Smamita, Andri Dwi Astuti, S.Pd bersama siswa Spemduta sedang menunjukkan cara pembuatan makizushi. Foto: Nashiiruddin
pwmu.co -

Tak perlu terbang ke Jepang untuk merasakan pengalaman belajar budaya Negeri Sakura. Siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) merasakan atmosfer tersebut melalui kegiatan School Trip ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Selasa (13/10/2026).

Dalam kegiatan ini, para siswa tidak sekadar berkunjung, tetapi juga mengenal budaya Jepang melalui aktivitas interaktif. Mereka belajar membuat makizushi, kuliner khas Jepang, sekaligus mencoba mengenakan yukata, pakaian tradisional Negeri Sakura.

Suasana belajar terasa berbeda ketika para siswa terlibat langsung dalam setiap kegiatan. Mereka tidak hanya mengenal budaya Jepang melalui buku, gambar, atau video, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata melalui praktik.

Meracik Makizushi, Belajar Sambil Berkreasi

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah praktik membuat makizushi. Mereka mempelajari bahan-bahan yang digunakan hingga tahapan pembuatannya.

Para siswa mulai meletakkan nasi dan aneka isian di atas lembaran nori atau rumput laut kering. Selanjutnya, mereka menggulung bahan-bahan tersebut secara perlahan hingga membentuk makizushi yang siap disajikan.

Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan mengikuti arahan, para siswa berusaha menghasilkan gulungan sushi yang rapi. Mereka juga aktif bertanya ketika menemukan hal baru selama praktik berlangsung.

Kegiatan tersebut tidak sekadar mengenalkan kuliner Jepang. Para siswa juga belajar mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan keberanian mencoba hal baru.

Melalui pembelajaran berbasis praktik, budaya Jepang terasa lebih dekat. Siswa tidak hanya mengenal nama makanan dan bahan-bahannya, tetapi juga memahami proses pembuatannya secara langsung.

Mengenakan Yukata, Merasakan Nuansa Jepang

Keseruan berlanjut ketika para siswa berkesempatan mengenakan yukata. Pakaian tradisional Jepang ini menambah semarak kegiatan sekaligus memberi mereka pengalaman untuk mengenal budaya Negeri Sakura dari sisi yang berbeda.

Mereka juga mengabadikan momen bersama teman-teman sebagai kenang-kenangan dari pengalaman belajar tersebut.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Guru Bahasa Jepang Smamita, Andri Dwi Astuti, S.Pd., yang akrab disapa Andri Sensei, menjelaskan bahwa pengenalan budaya melalui pengalaman langsung dapat membuat pembelajaran bahasa Jepang lebih menarik dan bermakna.

Menurutnya, belajar bahasa asing tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata dan memahami tata bahasa. Siswa juga perlu mengenal budaya masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut agar memiliki pemahaman yang lebih luas.

Melalui praktik membuat makizushi dan mencoba yukata, siswa Spemduta memperoleh kesempatan untuk mengenal budaya Jepang secara menyenangkan. Mereka mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman yang sebelumnya mungkin hanya dijumpai melalui tayangan atau gambar.

Siswa Spemduta Antusias Ikuti School Trip

Salah satu peserta, Iris Nadeeska Maheshwari, siswa kelas IX-A M-ICO Spemduta, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Menurut saya, kegiatan School Trip di Smamita sangat menarik dan seru. Saya paling menyukai kegiatan membuat makizushi karena bisa belajar langsung cara meracik makanan Jepang. Mengenakan yukata juga menjadi pengalaman yang paling berkesan karena saya bisa merasakan suasana budaya Jepang secara langsung,” ungkapnya.

Kesan serupa disampaikan Muhammad Armand Revy Setiawan, siswa kelas IX-B M-ICO Spemduta. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas.

“Yang paling seru adalah saat membuat makizushi dan mencoba mengenakan yukata. Saya mendapat pengalaman baru tentang budaya Jepang dan belajar bahwa membuat sushi membutuhkan ketelitian serta kerja sama,” tuturnya.

Pengalaman para siswa tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung melalui berbagai cara. Perpaduan pengetahuan dan praktik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta keberanian mencoba hal baru.

Melalui School Trip ini, Smamita menghadirkan ruang belajar yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan pengenalan lintas budaya. Pengalaman tersebut membuktikan bahwa mengenal dunia dapat dimulai dari lingkungan sekolah, tanpa harus menempuh perjalanan jauh. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 14/10/2026 18:51
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu