Suasana penuh keakraban dan keceriaan terlihat dalam kegiatan Lomba Sambung Ayat yang digelar PAUD Karangasem 01 Paciran Lamongan (Paud Angkasa), Sabtu (22/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berbeda dari perlombaan pada umumnya, Lomba Sambung Ayat menghadirkan pasangan ibu dan anak sebagai peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan anak dalam menghafal dan melanjutkan ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak antusias mengikuti lomba. Anak-anak dengan penuh percaya diri melanjutkan ayat yang dibacakan, sementara para ibu memberikan dukungan dan motivasi. Momen tersebut menciptakan suasana haru sekaligus membahagiakan karena orang tua dapat melihat secara langsung perkembangan hafalan dan keberanian putra-putrinya.
Kepala TK Karangasem 01 Paciran, Ibu Rindyawati, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat peran keluarga dalam pendidikan Al-Qur’an.
“Lomba Sambung Ayat ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana ibu dan anak bisa belajar, menghafal, dan tampil bersama. Kami ingin membangun kedekatan antara anak dengan orang tua sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini,” ujar Ibu Rindyawati, M.Pd.
Menurutnya, peringatan HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri, sedangkan keteladanan Rasulullah SAW menjadi inspirasi dalam membangun akhlak mulia.
Melalui kegiatan tersebut, PAUD Karangasem 01 Paciran berharap sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat. Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga membutuhkan keteladanan dan pendampingan dari orang tua di rumah.
Lomba Sambung Ayat pun menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Lebih dari sekadar memperoleh piala atau penghargaan, mereka mendapatkan kesempatan untuk tampil berani, mencintai Al-Qur’an, serta merasakan kebersamaan bersama orang tua.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi dapat dikemas secara edukatif, religius, dan menyenangkan. Dari satu ayat yang disambung, tumbuh kedekatan ibu dan anak; dari sebuah lomba, lahir kenangan dan pembelajaran yang bermakna. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments