Kebun Bibit Wonorejo, Rungkut, mendadak berubah menjadi lautan warna-warni nan megah pada Sabtu pagi (22/8/2026). Ratusan siswa-siswi dari kelas 1 hingga 6, jajaran guru, karyawan, hingga kekompakan para wali murid MI Muhammadiyah 27 Surabaya tumpah ruah menggelar Parade Kemerdekaan dan Jalan Sehat Kostum Adat dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.
Mengenakan busana adat dari berbagai penjuru Nusantara, parade ini sukses menyedot perhatian warga sekitar. Rute yang dimulai dari Kebun Bibit Wonorejo, menyusuri jalanan sekitar, dan kembali finish di tempat semula dipenuhi gelak tawa serta sorak semangat para peserta.
Kemeriahan peringatan kemerdekaan ini diwarnai dengan aksi fashion show maskot antarkelas, fashion show busana guru dan karyawan, hingga pembagian beraneka doorprize serta hadiah menarik.
Karakter dan Kebersihan Jadi Sorotan Utama
Kepala MI Muhammadiyah 27 Surabaya, Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme seluruh elemen madrasah yang menyukseskan puncak peringatan kemerdekaan ini.
”Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan sangat lancar. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan kekompakan yang luar biasa dari para guru, wali murid, hingga anak-anak dari kelas 1 sampai 6. Semangat mereka benar-benar luar biasa,” tuturnya gembira.
Tak lupa, Sixtynna menekankan pentingnya menjaga nilai karakter dan kebersihan lingkungan selama beraktivitas di ruang publik.
”Karena anak-anak sedang berkegiatan di luar madrasah, kami berpesan agar tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya serta selalu menjaga sikap. Anak-anak semua yang hadir di sini adalah juaranya. Melalui momentum peringatan HUT RI ini, mari kita terus rawat kekompakan dan semangat belajar agar Indonesia semakin tangguh dan luar biasa,” tambahnya.
Bukan Sekadar Jalan Sehat, Ini Ajang Edukasi Budaya
Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikwam (Ikatan Wali Murid), Vivi Dwi Wijayanti, mengungkapkan bahwa acara ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang edukasi budaya yang menyenangkan bagi anak-anak.
”Kegiatan ini tidak hanya sekadar jalan sehat dan mengenakan kostum adat, tetapi menjadi momen untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antara pihak madrasah, guru, karyawan, wali murid, hingga peserta didik,” ungkap Vivi.
Menurutnya, mengenakan pakaian tradisional secara langsung memberikan pengalaman berharga bagi para siswa.
”Melalui karnaval kostum adat daerah, kita ingin mengenalkan keberagaman budaya Indonesia. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya, menghargai perbedaan, dan selalu menjaga persatuan,” tutupnya.
Kemeriahan, kekompakan, dan kehangatan yang tercipta sepanjang acara membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tak sekadar dirayakan, tetapi dihidupkan bersama oleh seluruh keluarga besar MI Muhammadiyah 27 Surabaya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments