Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menggelar Wisuda VIII Program Diploma, Sarjana, dan Magister di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (26/9/2026).
Wisuda tersebut dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan. Prosesi ini diikuti oleh para wisudawan dan wisudawati bersama orang tua serta keluarga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Dr. KH. Shodikin, M.Pd., yang juga Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, beserta jajaran PDM Lamongan, dan Forkopimda Lamongan.
Turut hadir Rektor Umla Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama jajaran Wakil Rektor, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga wisudawan.
Selamat kepada Wisudawan
Dalam sambutannya, Prof. Sukadiono menyampaikan rasa syukur dapat hadir dalam momentum penting bagi keluarga besar Umla tersebut.
“Hari ini saya menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan serta Wisuda VIII Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Muhammadiyah Lamongan,” ujarnya.
Ketua PWM Jawa Timur itu kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan dan pada hari tersebut resmi dilantik serta diambil sumpahnya.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Sukadiono, kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar. Justru, wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat.
Jaga Kredibilitas dan Integritas
Di hadapan para wisudawan, Sukadiono juga menitipkan pesan agar setiap lulusan mampu menjaga kredibilitas dan integritas ketika menjalankan profesinya.
“Jaga kredibilitas dan integritas dalam menjalankan profesi,” pesannya.
Ia menegaskan, ilmu pengetahuan dan gelar akademik yang telah diraih bukan sekadar simbol pencapaian pribadi. Lebih dari itu, keduanya membawa tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan dan menghadirkan kemanfaatan bagi orang lain.
“Karena ilmu dan gelar bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang bagaimana menjaga kepercayaan dan memberikan manfaat bagi sesama,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi penting, khususnya bagi para lulusan tenaga kesehatan yang setelah pengambilan sumpah akan memasuki dunia profesional. Kompetensi keilmuan perlu berjalan beriringan dengan etika, tanggung jawab, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments