Jumat Berkah di Masjid Al-Muttaqin, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, diisi kajian oleh Ustaz Agus Hariyono asal Purworejo, Jumat (25/9/2026).
Usai salat Subuh berjamaah, Ustaz Agus menyampaikan ceramah tentang pentingnya keikhlasan, kesabaran, dan sikap rendah hati atau tawadhu dalam menjalani kehidupan.
Dengan gaya ceramah yang ringan dan mudah dipahami, Ustaz Agus menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari. Ia mengajak jamaah mengambil pelajaran dari berbagai hal sederhana yang ada di sekitar.
Salah satunya melalui filosofi tanaman padi. Menurutnya, padi dapat menjadi gambaran tentang sikap rendah hati.
“Padi ini semakin tua semakin berisi, semakin menunduk. Saya teringat saat kegiatan panen raya yang dihadiri Prof. Din Syamsuddin. Saat itu saya menjadi pembaca Alquran,” ujar Ustaz Agus.
Ia kemudian menceritakan pengamatannya ketika melihat tanaman padi yang dipanen. Menurutnya, padi dapat tumbuh dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat meskipun memperoleh pupuk dari air yang kotor.
“Tanaman ini dipupuk dengan air yang kotor, sebagian bahkan berasal dari kotoran manusia atau tinja. Namun, dari sesuatu yang kotor dan najis itu justru menghasilkan padi yang luar biasa,” jelasnya.
Bagi Ustaz Agus, hal tersebut menjadi pelajaran bahwa seseorang tidak semestinya merasa lebih tinggi daripada orang lain hanya karena memiliki kelebihan tertentu. Justru semakin banyak ilmu dan pengalaman yang dimiliki, semakin rendah hati pula seseorang seharusnya bersikap.
Belajar Sabar dari Laba-Laba
Selain padi, Ustaz Agus juga mengambil pelajaran dari kehidupan laba-laba. Ia menggambarkan sarang laba-laba yang tampak rapuh dan mudah rusak ketika diterpa angin.
Namun, ketika sarangnya rusak, laba-laba akan kembali membuat sarang dalam waktu yang relatif singkat. Dari hal tersebut, ia mengajak jamaah belajar tentang usaha dan kesabaran dalam mencari rezeki.
“Seperti contoh ada pedagang yang berjualan di jalan, kemudian ditertibkan Satpol PP. Setelah itu masih mencoba berjualan lagi, ditertibkan lagi, jualan lagi, ditertibkan lagi. Ini salah satu contoh kesabaran dalam mencari rezeki,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa yang menjadi contoh bukan aktivitas berjualan di tempat yang dilarang, melainkan kegigihan seseorang untuk terus berusaha.
“Yang saya amati jualannya, lho, ya. Bukan jualan di jalan itu. Upaya berjualan yang terus dilakukan itu yang dinilai sebagai kesabaran dalam berusaha,” terang Ustaz Agus.
Menurutnya, kehidupan mengajarkan bahwa hasil tidak selalu datang dalam satu kali usaha. Karena itu, seseorang perlu memiliki kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk kembali bangkit ketika menghadapi kegagalan.
Dihadiri Tokoh Muhammadiyah
Kegiatan Jumat Berkah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah Sowan Kidul, di antaranya Abdul Rozak, Nur Abyad, dan Ahmad Rifai. Hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kedung, Khoirul Amin.
Setelah ceramah dan doa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Jamaah menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh takmir Masjid Al-Muttaqin Sowan Kidul.
Suasana tersebut menjadi kesempatan bagi jamaah untuk bercengkerama sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dan anggota persyarikatan.
Melalui kegiatan Jumat Berkah, Masjid Al-Muttaqin tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, menambah wawasan keislaman, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments