MI Muhammadiyah Education Gedeg Al Hafidz (MI Megah) kembali menghadirkan kegiatan kepanduan yang seru sekaligus penuh pembelajaran, Kamis (24/9/2026).
Dalam kegiatan Hizbul Wathan (HW) Ikatan Palang, para siswa tidak hanya belajar membuat sebuah ikatan, tetapi juga ditantang untuk menguji kekuatan dan ketepatan hasil ikatan yang mereka buat.
Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas 3–6 yang terbagi dalam 8 regu, terdiri atas 4 regu putra (pa) dan 4 regu putri (pi). Dengan formasi tersebut, suasana latihan berlangsung dinamis.
Setiap regu dituntut untuk menunjukkan keterampilan, kekompakan, ketelitian, sekaligus keberanian dalam menyelesaikan tantangan.
Kegiatan berlangsung dengan pendampingan enam pembina, yakni Moh. Immaduddin Irwansyah, S.Pd.I., Alfi Agustina, S.Pd.SD., Vita Kurnia Jayanti, S.Pd.I., Etika Rustantik, S.Pd., Ghoniatul Maghfiroh, S.Pd., dan Diah Kusumaningrum, S.S.
Kehadiran para pembina memberikan arahan sekaligus memastikan setiap proses latihan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan teknik yang dipelajari.
Kegiatan dimulai dengan praktik membuat ikatan palang menggunakan tongkat dan tali. Dengan penuh konsentrasi, para siswa belajar menyusun tongkat, mengikat, mengencangkan tali, hingga memastikan setiap bagian terpasang dengan tepat.
Kesalahan kecil dalam membuat simpul dan ikatan menjadi bagian dari proses belajar agar siswa semakin teliti dan terampil.
Menariknya, kegiatan kali ini hadir dengan bonus tantangan canggah. Setelah menyelesaikan ikatan palang, siswa mencoba mengembangkan keterampilan tersebut melalui pembuatan canggah, sebuah tantangan yang membutuhkan kerja sama, ketelitian, keseimbangan, dan kekuatan ikatan.
Bukan sekadar bermain tongkat dan tali, kegiatan ini mengajarkan banyak hal. Ketelitian melatih kecermatan, praktik membangun kemandirian, sementara kerja sama menumbuhkan kekompakan.
Ketika ikatan yang dibuat diuji, siswa belajar bahwa sebuah karya akan kuat apabila setiap bagian dikerjakan dengan benar.
“Ikatan yang kuat lahir dari simpul yang tepat, latihan yang tekun, dan kerja sama yang kompak.”
Melalui kegiatan HW, MI Megah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Anak-anak tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung yang melatih kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan.
Dari seutas tali dan beberapa batang tongkat, tersimpan pelajaran besar: ketika setiap bagian saling menguatkan, sebuah ikatan akan menjadi lebih kokoh. Begitu pula dalam kehidupan—kebersamaan dan kerja sama menjadi kekuatan untuk meraih tujuan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments