Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bukan Sekadar Pintar, Singa Zanki Tekankan Pentingnya Menjadi Kader yang Cerdas

Iklan Landscape Smamda
Bukan Sekadar Pintar, Singa Zanki Tekankan Pentingnya Menjadi Kader yang Cerdas
Aulia Singa Zanki ketika memberikan materi manajemen diri. Foto: Abdul Hafid/PWMU.CO
Oleh : Abdul Hafid
pwmu.co -

Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) dan Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja perdana di MIM 17 Balongcabe, Sabtu (9/5/2026).

Sebelum rapat kerja dimulai, panitia menghadirkan Aulia Singa Zanki MSi, dosen STIT Muhammadiyah Bojonegoro sekaligus Sekretaris Bidang Dakwah PDPM Bojonegoro, sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pembekalan tentang manajemen diri kepada kader Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.

Dalam materinya, Singa menekankan bahwa kualitas kepemimpinan dan kemajuan organisasi sangat dipengaruhi oleh pola pikir serta mentalitas setiap individu.

“Sering kali tantangan terbesar bukan berasal dari faktor eksternal, melainkan dari pola pikir yang kita bangun sendiri sejak kecil,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa otak manusia cenderung terpengaruh oleh hal-hal yang dilihat secara berulang. Karena itu, kader organisasi harus berani keluar dari pola yang seragam dan mulai melihat persoalan dari sudut pandang berbeda agar mampu melahirkan inovasi.

Singa juga menjelaskan perbedaan antara orang pintar dan orang cerdas. Menurutnya, orang cerdas adalah mereka yang mampu mengoptimalkan potensi diri untuk menyelesaikan persoalan secara mandiri tanpa menimbulkan beban baru.

“Keberhasilan sejati bukan diukur saat kita menang, tetapi ketika kita mampu belajar dari kekalahan tanpa rasa putus asa,” tuturnya.

Ia menambahkan, kemampuan memimpin tidak hanya lahir dari bakat alami, tetapi dibentuk melalui pendidikan yang terarah dan pengalaman lapangan. Karena itu, seorang kader harus siap menghadapi proses trial and error dalam perjalanan organisasinya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam dinamika organisasi, lanjutnya, terdapat empat kategori kader, yakni kader yang memiliki komitmen dan kompetensi tinggi, kader dengan komitmen tinggi tetapi kompetensi masih rendah, kader dengan kompetensi tinggi namun komitmen rendah, serta kader yang tidak memiliki komitmen maupun kompetensi.

Menurut Singa, organisasi harus berjalan layaknya organ tubuh manusia yang terdiri atas berbagai bagian berbeda namun saling melengkapi.

“Sinergi antarbagian inilah yang membuat organisasi menjadi utuh dan kuat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bergantung pada tiga hal yang berada dalam kendali setiap kader, yakni hidup untuk aktif, perilaku kerja yang bertanggung jawab, dan sikap mental yang positif.

“Sebagai kader, tugas kita adalah terus mendengar, melihat fenomena, merasakan keadaan, memikirkan solusi, dan yang terpenting berbuat nyata,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 10/05/2026 10:03
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡