Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Ar-Royyan Jadi Ruang Anak Muda Berdiskusi dan Belajar Mengelola Masjid

Iklan Landscape Smamda
Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Ar-Royyan Jadi Ruang Anak Muda Berdiskusi dan Belajar Mengelola Masjid
Saat anak anak muda berdiskusi dengan Masjid sebagai hal pokok pembahasannya. (Agung/PWMU.CO)
pwmu.co -

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu tantangan yang dihadapi banyak masjid. Tidak sedikit remaja yang hanya datang untuk beribadah, tetapi belum tertarik mengambil peran dalam pengelolaan maupun pengembangan kegiatan masjid.

Kondisi berbeda terlihat di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo. Masjid ini berupaya menjadikan ruang ibadah sekaligus tempat yang terbuka bagi anak muda untuk berdiskusi, berkarya, dan mengembangkan gagasan.

Upaya tersebut terlihat dalam pertemuan dengan tiga remaja Masjid As-Sholihin Surabaya, Rabu (2/9/2026) malam. Budi Setiawan, Wahyu Kristiawan, dan Agung Prasetiyo datang untuk berbagi keresahan sekaligus mempelajari pola pengelolaan Masjid Ar-Royyan.

Diskusi berlangsung secara santai di depan Royyan Mart sekitar pukul 19.45 WIB. Suasana masjid masih hidup meski salat Isya telah selesai. Jamaah dapat menikmati kopi gratis, sementara fasilitas air minum juga tersedia selama 24 jam.

Pertemuan semakin ramai setelah dua pemuda dari Masjid Darussalam Sukorejo, Buduran, turut bergabung. Hilmi Hidayatulloh dan Bayu Firdaus dari Masjid Ar-Royyan kemudian menemani diskusi yang berlangsung hingga sekitar pukul 22.45 WIB.

Pengelolaan Media Sosial

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pengelolaan media sosial. Agung menilai aktivitas media sosial Masjid Ar-Royyan cukup aktif dan potensial untuk dipelajari, termasuk pemanfaatannya sebagai sarana digital fundraising.

“Kami tertarik untuk meniru Masjid Ar-Royyan dalam pengelolaan sosial medianya. Produksi kontennya begitu aktif dan pengikut di media sosialnya juga sudah cukup besar,” ujar Agung.

Ia juga mempertanyakan strategi masjid dalam melibatkan anak muda. Menurutnya, Remaja Masjid As-Sholihin masih menghadapi persoalan minimnya generasi muda yang bersedia terlibat dalam pengelolaan masjid.

SMPM 5 Pucang SBY

Menanggapi hal tersebut, Hilmi menjelaskan bahwa berbagai program Masjid Ar-Royyan lahir dari kolaborasi takmir, relawan, jamaah, donatur, dan berbagai pihak. Sementara pengelolaan media sosial saat ini banyak dipercayakan kepada anak muda dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Buduran yang tergabung dalam Arroyyan Youth Squad.

Menurut Hilmi, memberikan kepercayaan menjadi salah satu cara agar anak muda merasa memiliki ruang di masjid. Mereka diberi kesempatan untuk berekspresi dan bereksplorasi dengan tetap berada dalam koridor syariat.

“Masjid ini ingin membuka mindset para pengurus takmir di luar sana, bahwa masjid juga dapat menjadi tempat yang nyaman dan mengasyikkan untuk anak muda,” jelasnya.

Pertemuan lintas remaja masjid tersebut menunjukkan bahwa regenerasi tidak cukup dilakukan dengan mengajak anak muda datang ke masjid. Mereka juga perlu diberi ruang untuk belajar, berkarya, mengambil peran, dan menyampaikan gagasan.

Bagi Masjid Ar-Royyan, keterlibatan generasi muda bukan sekadar strategi komunikasi digital, melainkan bagian dari investasi keberlanjutan masjid. Sebab, generasi yang hari ini diberi kesempatan berkarya di masjid adalah mereka yang kelak dapat mengambil peran dalam menjaga dan memakmurkannya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 03/09/2026 13:07
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu