Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menuju Muktamar, Devi Kurniawan Tawarkan Gagasan “Cahaya Baru IMM”

Iklan Landscape Smamda
Menuju Muktamar, Devi Kurniawan Tawarkan Gagasan “Cahaya Baru IMM”
Pendaftaran Devi Kurniawan sebagai Calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Menjelang Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), berbagai gagasan mulai mengemuka dari para kader yang bersiap mengambil bagian dalam kontestasi kepemimpinan organisasi. Salah satunya datang dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur, drh. Devi Kurniawan, yang menawarkan gagasan “Cahaya Baru IMM”.

Gagasan tersebut lahir dari kegelisahan Devi terhadap perkembangan gerakan mahasiswa yang dinilainya menghadapi tantangan semakin kompleks. Ia melihat kecenderungan pragmatisme di kalangan mahasiswa, sekaligus melemahnya gerakan kritis dan idealis ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan material.

Menurut Devi, kondisi tersebut perlu dijawab dengan menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis, reflektif, dan keberanian untuk melahirkan gagasan. Baginya, IMM tidak cukup hanya menjadi organisasi yang memiliki narasi, tetapi harus mampu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi gerakan dan karya yang memberi dampak.

“Akal adalah nyala api pertama yang harus dinyalakan, lalu gagasan adalah prakarsa untuk membawanya menjadi gerakan,” ujar Devi.

Bagi Devi, gagasan Cahaya Baru IMM tidak dimaknai sebagai upaya untuk menghapus atau meruntuhkan apa yang telah dibangun sebelumnya. Sebaliknya, pembaruan merupakan bagian dari semangat tajdid: menghidupkan kembali nilai dan esensi gerakan yang mulai memudar sekaligus menjawab tantangan zaman yang terus berubah.

Setiap generasi, kata Devi, memiliki tantangan dan kompleksitasnya sendiri. Karena itu, estafet kepemimpinan di IMM tidak semestinya berhenti pada pergantian figur. Kepemimpinan harus membawa gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata dan menghasilkan karya.

“Cahaya Baru” kemudian menjadi refleksi atas kebutuhan tersebut. Devi ingin agar regenerasi kepemimpinan IMM tidak sekadar melahirkan narasi baru, tetapi juga menghadirkan energi baru dalam menggerakkan kader dan organisasi.

Dari Akal, Gagasan, hingga Gerakan

Devi berpandangan bahwa perubahan dalam organisasi harus dimulai dari kemampuan kader untuk mengelola akal dan melahirkan gagasan. Gagasan yang matang, menurutnya, menjadi fondasi bagi lahirnya gerakan yang terarah.

Kerangka berpikir tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap kecenderungan gerakan mahasiswa yang mudah terjebak pada aktivitas tanpa refleksi yang cukup. IMM, menurut Devi, perlu terus membangun tradisi intelektual agar setiap gerakan memiliki dasar pemikiran dan tujuan yang jelas.

Dari proses itulah ia berharap IMM dapat mengambil peran lebih besar dalam membentuk peradaban. Organisasi mahasiswa, menurutnya, bukan sekadar ruang kaderisasi internal, tetapi juga wadah untuk melahirkan gagasan dan karya yang menjawab persoalan masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

Gagasan tersebut tidak dilepaskan Devi dari pengalaman panjangnya di dunia organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga pada 2018 dan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Airlangga pada tahun yang sama. Ia kemudian dipercaya memimpin PC IMM Kota Surabaya pada 2020 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur.

Di luar aktivitas organisasi, Devi merupakan dokter hewan lulusan Universitas Airlangga. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran hewan pada 2019 dan pendidikan profesi dokter hewan pada 2021. Ia juga telah menyelesaikan pendidikan magister manajemen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Pengalaman profesional dan kewirausahaan turut menjadi bagian dari perjalanan Devi. Ia pernah memperoleh penghargaan sebagai lulusan berprestasi Pendidikan Profesi Dokter Hewan Universitas Airlangga pada 2021 serta menjadi salah satu penerima penghargaan 25 Entrepreneur Muda Terbaik Lamongan pada tahun yang sama. Saat ini ia juga menjalankan aktivitas sebagai dokter hewan, pemilik Angkringan Pak Dok, serta manajer Mini CattleFarm.

Mengajak Kader untuk Bangkit

Dalam gagasannya, Devi juga mengajak kader IMM di seluruh Indonesia untuk kembali menghidupkan keberanian berpikir dan bergerak. Ia menggunakan semangat “Qum Fa’andzir” sebagai ajakan untuk bangkit dan saling mengingatkan, terutama di tengah kehidupan yang semakin mudah dan serba cepat.

Kemudahan zaman, menurutnya, tidak boleh membuat kader kehilangan daya kritis. Justru di tengah situasi tersebut, kader IMM dituntut untuk tetap reflektif, kritis, dan mampu membaca persoalan secara lebih mendalam.

Semangat itu kemudian dipertemukan dengan prinsip “Fastabiqul Khairat”—berlomba-lomba dalam kebaikan. Bagi Devi, kompetisi dalam kepemimpinan seharusnya tidak berhenti pada perebutan posisi, tetapi menjadi ruang untuk berlomba menghadirkan gagasan, gerakan, dan karya terbaik bagi IMM.

“Cahaya Baru IMM”, dengan demikian, tidak hanya diarahkan sebagai slogan dalam momentum menuju Muktamar. Gagasan tersebut hendak ditempatkan sebagai tawaran untuk menghidupkan kembali daya pikir, keberanian bergerak, serta orientasi berkarya di tubuh IMM.

Bagi Devi, perubahan bermula dari akal yang menyala, gagasan yang hidup, lalu diterjemahkan menjadi gerakan yang memberi arti. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 20/08/2026 15:35
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu