Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bukan Sekadar Tinggal di Desa: Catatan Kecil Wajah KKN yang Sebenarnya di Tamanprijek

Iklan Landscape Smamda
Bukan Sekadar Tinggal di Desa: Catatan Kecil Wajah KKN yang Sebenarnya di Tamanprijek
Moh. Faizal Muttaqin, Ketua KKN-02 STAIM Karangasem Paciran. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Moh. Faizal Muttaqin Ketua KKN-02 STAIM Karangasem Paciran

Kami datang membawa ilmu dari kampus, tetapi masyarakat memberikan kepada kami pelajaran yang tidak selalu bisa ditemukan di bangku perkuliahan.

Tentang gotong royong.
Tentang kesabaran.
Tentang keramahan.
Tentang kesederhanaan.
Tentang bagaimana menjaga hubungan dengan sesama.

Dan tentang bagaimana menjadi manusia yang mampu memberikan manfaat meskipun dengan kemampuan yang sederhana.

KKN Bukan Tentang Seberapa Banyak yang Diberikan

Sebagai Ketua KKN-02 STAIM Karangasem Paciran, saya semakin memahami bahwa pengabdian tidak dapat diukur hanya dari jumlah program yang berhasil dilaksanakan.

Moh. Faizal Muttaqin menyampaikan:

“KKN bagi kami bukan hanya tentang datang ke Tamanprijek, menjalankan program kerja, kemudian pulang membawa laporan. Kami datang dengan membawa ilmu, tetapi justru masyarakat yang banyak mengajarkan kami tentang kehidupan. Di sini kami belajar bahwa mengabdi bukan tentang seberapa banyak yang bisa kita berikan, melainkan seberapa tulus kita mau hadir, mendengarkan, membantu, dan berjalan bersama masyarakat. Tamanprijek perlahan bukan lagi sekadar tempat kami melaksanakan KKN, tetapi menjadi ruang belajar yang mengajarkan kami tentang kebersamaan, kesabaran, tanggung jawab, dan arti menjadi manusia yang bermanfaat.”

Menurutnya, mungkin tidak semua persoalan masyarakat dapat diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu satu bulan. Bahkan, mahasiswa tidak mungkin mengubah sebuah desa hanya dalam waktu singkat.

Namun, setidaknya ada hal kecil yang dapat ditinggalkan.
Sebuah pengalaman.
Sebuah pengetahuan.
Sebuah kebiasaan baik.

Atau bahkan hanya sebuah kenangan bahwa pernah ada sekelompok mahasiswa yang datang dan berusaha hadir untuk masyarakat.

Tamanprijek dan Cerita yang Akan Dibawa Pulang

Hari demi hari membuat kami semakin dekat dengan kehidupan desa.
Yang awalnya terasa asing perlahan menjadi akrab.
Tempat yang awalnya hanya kami kenal sebagai lokasi KKN, perlahan berubah menjadi tempat yang memiliki banyak cerita.

Ada wajah-wajah yang akan kami ingat. Ada nama-nama yang akan kami kenang. Ada anak-anak yang mungkin akan kami rindukan. Ada warga yang mungkin tidak lagi kami temui setiap hari ketika KKN berakhir.

Dan ada berbagai kebiasaan sederhana yang mungkin baru akan terasa berharga setelah kami kembali pulang.

SMPM 5 Pucang SBY

Pada Akhirnya, KKN Adalah Tentang Pertemuan

Saya percaya bahwa salah satu makna terbesar dari KKN bukanlah tentang berapa banyak kegiatan yang berhasil kami selenggarakan.

Melainkan tentang pertemuan.
Pertemuan antara mahasiswa dan masyarakat.

Pertemuan antara ilmu dan pengalaman. Pertemuan antara rencana dan kenyataan. Serta pertemuan antara orang-orang yang awalnya tidak saling mengenal, kemudian dipertemukan dalam sebuah cerita bernama pengabdian.

Tamanprijek mungkin hanya menjadi tempat kami tinggal selama satu bulan.
Tetapi satu bulan tersebut cukup untuk meninggalkan banyak hal.
Kami datang sebagai mahasiswa yang membawa program.
Kami tinggal sebagai bagian dari masyarakat.
Dan suatu saat nanti kami akan pulang dengan membawa cerita.

Kami Datang Sebagai Tamu, Pulang Membawa Kenangan

Ketika waktunya tiba untuk meninggalkan Tamanprijek, mungkin kami tidak akan membawa desa ini secara harfiah ke dalam perjalanan pulang. Tetapi kami akan membawa wajah-wajah masyarakatnya.

Kami akan membawa tawa anak-anaknya. Kami akan membawa cerita dari setiap kegiatan. Kami akan membawa pelajaran dari setiap pertemuan.

Dan yang paling penting, kami akan membawa pengalaman bahwa pernah ada satu fase dalam perjalanan hidup kami ketika kami belajar untuk hadir, mengabdi, dan tumbuh bersama masyarakat.

Sebab pada akhirnya, KKN bukan tentang seberapa lama kita tinggal di sebuah desa, tetapi tentang seberapa dalam kita mampu hadir di dalam kehidupan masyarakatnya.
Dan mungkin, itulah wajah KKN yang sebenarnya.

Bukan sekadar tentang apa yang kami tinggalkan di Tamanprijek, tetapi tentang apa yang Tamanprijek tinggalkan di dalam diri kami.(*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu