Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas pengembangan amal usaha di bidang ekonomi. Kampus tersebut resmi mengoperasikan 58mart, gerai kebutuhan sehari-hari yang tidak hanya berorientasi pada layanan dan keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
58mart diresmikan pada Senin (17/8/2026) dan berlokasi di Jalan Duwet Raya No. 3, Mendungan, Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Gerai ini berdiri di atas lahan sekitar 400 meter persegi.
Berbagai fasilitas disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen. Di antaranya troli, keranjang belanja, coffee corner, toilet, area parkir gratis, serta ruang belanja yang sejuk dan nyaman.
Ketua Badan Pengembangan Usaha dan Investasi (BPUI) UMS Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., mengatakan 58mart merupakan hasil kolaborasi UMS dengan PT Daya Surya Sejahtera Surya Mart Ponorogo.
Persiapan gerai juga melibatkan penguatan sumber daya manusia. Sebanyak 10 karyawan pemula mengikuti pelatihan dan magang selama satu bulan di Ponorogo sebelum 58mart beroperasi.
Nama 58mart memiliki makna khusus. Angka 58 merujuk pada tahun kelahiran UMS, yakni 1958.
Gerai ini mengusung tagline “Hemat, Ramah, dan Berkah”. Menurut Bambang, tagline tersebut bukan sekadar slogan pemasaran, tetapi nilai yang ingin diwujudkan dalam pelayanan.
“Harapannya, orang yang belanja di sini merasa nyaman, senang. Barangnya kualitasnya bagus, dilayani secara baik, dan kita berharap semuanya ini membawa keberkahan,” tutur Bambang.
Ia menegaskan, keberkahan yang diharapkan tidak hanya dirasakan oleh UMS sebagai pengelola, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan layanan 58mart.
Bambang juga memastikan pendirian gerai tersebut telah melalui perhitungan bisnis secara matang.
“Sudah kita hitung dengan cermat. Insya Allah apa yang kita lakukan harapannya menguntungkan,” katanya.
Dengan demikian, 58mart diharapkan menjadi salah satu unit usaha UMS yang mampu tumbuh secara sehat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan amal usaha kampus.
Awal Pengembangan Kawasan Usaha UMS
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan kehadiran 58mart dapat menjadi langkah awal pemanfaatan lahan UMS untuk pengembangan berbagai bidang usaha.
Ke depan, kawasan tersebut direncanakan tidak hanya menjadi lokasi gerai kebutuhan sehari-hari. UMS juga membuka peluang pengembangan usaha lain, antara lain toko kue dan kafetaria.
Harun menyebut tagline “Hemat, Ramah, dan Berkah” selaras dengan semangat Milad UMS yang mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Progresif Berdampak dan Berkelanjutan Profetik.”
Ia berharap 58mart dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan dampak nyata.
“Atas nama universitas, menyampaikan kepada semua pihak yang telah membantu ini supaya bangunannya berkontribusi, berdampak. Monggo, mari kita kelola bersama-sama,” ujar Harun.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. Marpuji Ali, M.Si., menempatkan pengembangan 58mart dalam kerangka yang lebih luas.
Menurutnya, pengembangan bidang ekonomi di lingkungan UMS diharapkan memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Usaha tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari dakwah Islam melalui semangat amar makruf nahi mungkar dan amal kebajikan.
Salah satu bentuk manfaat sosial yang direncanakan adalah pemanfaatan hasil dari kegiatan awal 58mart untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Marpuji menyebut perhatian tersebut antara lain diarahkan kepada saudara-saudara Muhammadiyah yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur dan wilayah sekitarnya.
“Mudah-mudahan dengan amal yang sangat dicintai Allah ini, Allah nanti akan memberkahi kita semuanya, memberkahi UMS, dan memberkahi semuanya yang ikut memajukan 58mart ini dalam rangka kepentingan dakwah Islam amar makruf nahi mungkar,” harapnya.
Dengan konsep tersebut, 58mart tidak sekadar menjadi tempat berbelanja. UMS menjadikannya bagian dari ekosistem usaha yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menghadirkan manfaat sosial. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments