Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

DAD Komisariat Ganesha 2026: Menempa Kader, Menggerakkan Perubahan

Iklan Landscape Smamda
DAD Komisariat Ganesha 2026: Menempa Kader, Menggerakkan Perubahan
Darul Arqam Dasar (DAD) PK IMM Ganesha Universitas Negeri Surabaya di MI Muhammadiyah 28 Surabaya, Senin (31/8/2026). (Aulia Islamia/PWMU.CO).
pwmu.co -

Sebanyak 14 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya mengikuti rangkaian Darul Arqam Dasar (DAD) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ganesha Universitas Negeri Surabaya .

Kegiatan perkaderan tersebut berlangsung pada Kamis-Senin (28–31/8/2026) di MI Muhammadiyah 28 Surabaya dengan mengusung tema “Synergy of Mind: Harmonious Movement Amplifiying Impact for a Progressive Cadre”.

Tercatat DAD ini menghadirkan peserta dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Airlangga, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Kegiatan tersebut menjadi ruang awal bagi para calon kader untuk mengenal lebih dekat IMM sekaligus memahami nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan Muhammadiyah.

Tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, rangkaian DAD dirancang sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan wawasan, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan berorganisasi.

Peserta diajak untuk berdiskusi, bertukar perspektif, menganalisis persoalan sosial, hingga membangun relasi dengan mahasiswa dari latar belakang perguruan tinggi yang berbeda.

Mengenal Muhammadiyah dan IMM Lebih Dekat

Memasuki hari kedua, Sabtu (29/8/2026), rangkaian DAD PK IMM Ganesha Universitas Negeri Surabaya 2026 kembali dilanjutkan dengan berbagai agenda perkaderan.

Salah satunya melalui materi Kemuhammadiyahan yang disampaikan oleh Muhammad Rokib SS MA PhD.

Peserta diperkenalkan pada perjalanan sejarah Muhammadiyah serta gagasan-gagasan yang menjadi fondasi gerakannya.

“Kalau kita ingin memahami Muhammadiyah hari ini, kita juga perlu memahami sejarah dan gagasan yang melatarbelakangi kelahirannya” terang Rokib.

“Dengan memahami proses tersebut, kita tidak hanya mengenal organisasinya. Tetapi juga memahami nilai dan semangat yang menjadi dasar gerakannya” jelas Ketua MPKSDI PWM Jawa Timur tersebut.

Pemahaman mengenai sejarah tersebut, lanjutnya, menjadi penting agar peserta tidak hanya mengenal Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi.

Namun juga memahami pemikiran dan nilai yang melatarbelakangi berbagai gerakan yang dilakukan Muhammadiyah hingga saat ini.

Selanjutnya, materi Ke-IMM-an disampaikan oleh Iltamisa Cahya Dini. Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenali IMM secara lebih mendalam, mulai dari sejarah hingga identitas organisasi.

Ica, sapaan akrabnya, menekankan bahwa memahami IMM perlu dimulai dengan mengetahui sejarah kelahirannya.

“Untuk memahami IMM, kita perlu mengetahui bagaimana organisasi ini lahir dan mengapa IMM hadir di tengah gerakan mahasiswa. Dari sejarah tersebut, kita bisa memahami identitas, tujuan, dan peran yang perlu kita jalankan sebagai kader” ujar Ica.

Dengan mengenali proses sejarah tersebut, calon kader diharapkan dapat memahami alasan kehadiran IMM sekaligus menemukan posisi dan perannya sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Muhammadiyah.

Bentuk Kader Komunikatif dan Kreatif

Tidak berhenti pada penguatan ideologi dan identitas organisasi, DAD Komisariat Ganesha juga membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dalam kehidupan berorganisasi.

Dalam materinya, ia menekankan pentingnya keberanian menyampaikan pendapat secara tegas tanpa mengabaikan sikap saling menghargai.

“Dalam organisasi, kita perlu berani menyampaikan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Namun, ketegasan harus tetap berjalan bersama dengan kemampuan mendengarkan dan menghargai orang lain” ungkapnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, ada juga materi Project Management in Creative Branding oleh Shintya Ifititah Dzikrullah.

Pada kesempatan itu, Shintya memberikan wawasan mengenai pentingnya kreativitas dan kemampuan mengelola program.

Wakil Presiden BEM Universitas Airlangga itu mendorong peserta untuk tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan yang kreatif dan relevan.

“Ketika kita membuat sebuah program, jangan hanya berpikir bagaimana kegiatan itu terlaksana. Kita juga perlu memikirkan bagaimana mengemas ide tersebut agar menarik, memiliki identitas, dan memberikan dampak yang nyata” tutur Shintya.

Kedua materi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan interpersonal dan kreativitas memiliki peran penting dalam membangun organisasi yang dinamis.

Kepedulian terhadap sesama anggota, keberanian untuk saling mengingatkan, tanggung jawab terhadap amanah, serta kemampuan mengembangkan ide menjadi bagian dari kapasitas yang perlu dimiliki seorang kader.

Dari Materi Menuju Analisis Sosial

Untuk memastikan materi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teoritis, peserta juga mengikuti kegiatan analisis sosial melalui Focus Group Discussion (FGD) yang didampingi oleh instruktur.

Dalam forum tersebut, peserta dihadapkan pada berbagai persoalan untuk kemudian dikaji melalui proses diskusi dan pertukaran gagasan.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih peserta dalam melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, menyampaikan argumentasi, serta merumuskan alternatif penyelesaian secara kolektif.

Melalui proses tersebut, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta terus diasah. Hal ini sejalan dengan semangat perkaderan IMM yang mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya memiliki wawasan keilmuan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Perbedaan kampus dan latar belakang justru menjadi kesempatan untuk memperluas pertemanan sekaligus membangun jejaring. Interaksi yang terbentuk selama kegiatan diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi lintas kampus yang lebih luas di kemudian hari.

Semangat tersebut menjadi semakin relevan di tengah era kolaborasi yang menuntut kemampuan untuk bekerja bersama, menghargai perbedaan perspektif, dan menggabungkan berbagai potensi untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

DAD sebagai Langkah Awal Perjalanan Kader

Berakhirnya rangkaian DAD bukan menjadi akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan panjang para peserta dalam mengenal dan menjalani proses perkaderan IMM.

Berbagai pengetahuan, pengalaman, dan relasi yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengambil peran di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui DAD, IMM Komisariat Ganesha berupaya menghadirkan ruang pembinaan yang mampu memadukan penguatan keislaman, pemahaman ideologi Muhammadiyah, identitas ke-IMM-an, keterampilan berorganisasi, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.

Pada akhirnya, semangat “Synergy of Mind” tidak berhenti sebagai tema kegiatan. Sinergi diharapkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, gagasan, dan gerakan nyata para kader di masa mendatang.

Dari ruang perkaderan inilah, langkah-langkah kecil para calon kader diharapkan tumbuh menjadi kontribusi yang lebih besar bagi IMM, Muhammadiyah, dan masyarakat.

DAD Komisariat Ganesha 2026 pun menjadi penanda dimulainya perjalanan baru: menempa diri, memperluas sinergi, dan bersiap mengambil peran dalam gerakan yang berkemajuan.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 01/09/2026 13:41
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu