Mengenal dunia tidak harus selalu dilakukan dengan bepergian ke luar negeri. Melalui kegiatan Global Studies Exploration, siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) diajak menjelajahi keberagaman negara, mulai dari budaya, sejarah, tradisi, hingga ikon khas yang menjadi identitas berbagai bangsa.
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa International Class X Smamita ini berlangsung di ASEEC Tower lantai 12, Kampus Universitas Airlangga (Unair), Kamis (5/11/2026). Rombongan berangkat dari sekolah pukul 06.30 WIB untuk mengikuti rangkaian kegiatan edukatif yang menghadirkan pengalaman belajar berbeda di luar lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengunjungi sejumlah pusat studi dan informasi internasional, yakni American Space Airlangga, European Union Centre, Taiwan Centre, dan Aussie Banget Corner yang memperkenalkan berbagai informasi tentang Australia.
Melalui kunjungan ke pusat-pusat studi tersebut, siswa berkesempatan mengenal lebih dekat karakteristik setiap negara dan kawasan. Mereka mendapatkan informasi mengenai kebudayaan, sejarah, tradisi, kehidupan masyarakat, peluang beasiswa, hingga berbagai ikon yang menjadi ciri khas masing-masing negara.
Tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang keberagaman dunia, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun perspektif global. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana pusat studi internasional menjadi ruang untuk mengenal budaya, memperluas wawasan, sekaligus memahami hubungan antarnegara.
Buka Wawasan Studi Lanjut Internasional
Koordinator Program Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO), Amilia Mahmuda, M.Pd., menjelaskan bahwa Global Studies Exploration tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan budaya dunia. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan siswa mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Tema kegiatan ini adalah Global Studies Exploration. Tujuannya untuk menggali informasi tentang peluang studi lanjut setelah anak-anak lulus dari Smamita. Jadi, siswa tidak hanya mengenal perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan di berbagai negara,” jelas Amel.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, siswa International Class memiliki pandangan yang lebih luas dalam menentukan masa depan pendidikan mereka.
“Melalui kunjungan ke berbagai pusat studi internasional ini, kami ingin siswa mendapatkan pengalaman dan informasi secara langsung. Harapannya, mereka semakin mengenal dunia internasional, mengetahui berbagai pilihan pendidikan, serta mulai mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita hingga ke tingkat global,” ungkapnya.
Menurutnya, pengenalan berbagai negara dan pusat studi internasional merupakan langkah awal bagi siswa untuk memahami lebih banyak pilihan pendidikan. Dengan demikian, mereka memiliki gambaran tentang lingkungan akademik internasional sekaligus peluang yang dapat dipersiapkan sejak duduk di bangku SMA.
Melalui kegiatan ini, Smamita berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga membangun wawasan global, rasa ingin tahu, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
Pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kampus dan pusat studi internasional tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk memiliki cita-cita lebih luas. Mereka juga diharapkan semakin siap menjadi generasi berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments