Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Sirah Nabawiyah Bukan untuk Dikenang, tetapi Dijalani: Ini Profil Dai Ideal

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Sirah Nabawiyah Bukan untuk Dikenang, tetapi Dijalani: Ini Profil Dai Ideal
Ahmad Arqom menyampaikan tausiyah dalam Kajian Kamis Malam di Masjid Al Ikrom Diponegoro, PRM Wage. Foto: Mashuri/PWMU.CO
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Sejarah Nabi Muhammad saw tidak cukup hanya dibaca, dikenang, atau diceritakan kembali. Sirah Nabawiyah harus hidup dalam perilaku, menjadi pedoman mengambil keputusan, dan membentuk akhlak seorang dai.

Pesan inilah yang mengemuka dalam Kajian Kamis Malam di Masjid Al Ikrom Diponegoro, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage, Kamis (5/11/2026).

Kajian yang berlangsung setelah salat Magrib hingga menjelang Isya ini menghadirkan Ustaz H. Ahmad Arqom, M.Pd., dengan tema Sirah Nabawiyah: Profil Dai Ideal Zaman Nabi Muhammad saw.

Sebanyak 227 jamaah mengikuti kajian tersebut. Mereka datang dari berbagai wilayah, antara lain Desa Wage, Bohar, Kedungturi, Pepelegi, Bangah, Suko, Geluran, dan sekitarnya. Turut hadir H. Hoiru Rozik, Bendahara PRM Wage.

Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Panitia menyediakan kue untuk berbuka puasa dan makan bersama setelah pengajian.

Menjadi Realitas Kehidupan

Dalam membedah buku Sirah Nabawi: Realitas yang Dijalani, Bukan Sekadar Sejarah yang Dibaca karya Adam Syarkawi, kajian ini mengajak jamaah melihat Sirah Nabawiyah dari sudut pandang yang lebih mendalam.

Sejarah kehidupan Rasulullah saw yang berlangsung ribuan tahun lalu sesungguhnya dapat menjadi petunjuk nyata bagi perjuangan umat Islam sekarang.

“Ada tiga pesan penting yang menjadi perhatian dalam kajian tersebut. Pertama, sejarah Nabi harus menjadi realitas kehidupan masa kini,” kata Ahmad.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Menurut dia, peristiwa kehidupan Rasulullah saw tidak cukup hanya dikenang sebagai cerita masa lalu.

“Nilai-nilai perjuangan beliau harus menjadi penuntun langkah umat Islam dalam menjalani kehidupan dan memperjuangkan kebenaran,” ujarnya.

Kedua, sejarah Nabi harus menjadi buku kehidupan. Sirah Nabawiyah ibarat buku panduan yang setiap lembarannya memberikan petunjuk dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dari perjalanan dakwah Rasulullah, umat Islam dapat mengambil pelajaran untuk memperkuat perjuangan menyebarkan kebenaran.

Ketiga, sejarah Nabi harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan.

“Keteladanan Rasulullah harus selalu dekat dengan mata, telinga, dan pikiran. Nilai-nilai perjuangan beliau dapat membantu umat Islam mengendalikan pengambilan keputusan penting, menghadapi berbagai fase perjuangan, mengelola persoalan krusial, serta mencari jalan keluar dari masalah yang rumit agar tetap berada di jalan yang lurus,” papar Ahmad.

Dengan demikian, mempelajari Sirah Nabawiyah bukan hanya menambah pengetahuan sejarah, tetapi juga membangun kemampuan umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 05/11/2026 21:14
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu