Suasana Mushola Pondok Pesantren Al Birru pada Sabtu (16/5/2026) pukul 16.30 WIB terasa berbeda dari biasanya.
Sebanyak 15 siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang atau SD MUTU KAGUMI tampak duduk rapi dengan wajah penuh antusias sekaligus haru bersama para orang tua yang mendampingi.
Sore yang syahdu tersebut menjadi penanda dimulainya Daurah Tahfidz Al-Qur’an, program intensif menghafal dan memantapkan hafalan Juz 30 selama kurang lebih tiga minggu di lingkungan pondok pesantren.
Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri siswa kelas VI, wali murid, guru SD MUTU KAGUMI, serta para pengasuh Pondok Pesantren Al Birru.
Kehadiran para calon hafidz dan hafidzah cilik itu disambut hangat oleh pengasuh pondok pesantren.
Salah satu pengasuh Ponpes Al Birru, Ustadzah Isma, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap program tersebut.
“Kami menyambut hangat program daurah ini. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa keberkahan melimpah bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) kegiatan, Ustadz Muhlish, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu.
“Ada tiga syarat mutlak dalam menuntut ilmu, yaitu anak yang serius, orang tua yang serius, dan guru yang serius. Ketiganya harus terpenuhi. Jika salah satu saja goyah, maka ilmu yang didapat tidak akan maksimal,” tegas Ustadz Muhlish.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan kegiatan tidak semata diukur dari banyaknya hafalan.
“Melahirkan anak yang shalih dan shalihah adalah wujud keberkahan yang jauh lebih tak ternilai,” imbuhnya.
Kepala SD MUTU KAGUMI, Ustadzah Liza Rahmawati, S.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi sekolah.
“Ini adalah kegiatan perdana yang kami lakukan di Ponpes Al Birru. Di sini, anak-anak tidak hanya menyetor hafalan, tetapi juga ditempa untuk melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik siswa, orang tua, maupun asatidz untuk meluruskan niat agar kegiatan tersebut penuh keberkahan.
Semangat para siswa semakin dibakar melalui motivasi dari wali kelas VI, Ustadz Anang.
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Kita harus mau bersusah payah dan berlelah-lelah sekarang dalam menghafal Al-Quran, agar kelak bisa menikmati hasil manis dari apa yang kita upayakan dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.
Acara pembukaan ditutup menjelang Maghrib dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Izzul.
Suasana haru tampak ketika para siswa berpamitan dan berpelukan dengan orang tua mereka sebelum menuju asrama pondok.
Selama tiga minggu ke depan, para siswa akan menjalani pendampingan intensif bersama Ustadz Muhlish, Ustadz Adi, Ustadz Izzul, dan para pengasuh pondok pesantren.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi pencinta Al-Qur’an yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia sebagai kebanggaan orang tua di dunia maupun akhirat.





0 Tanggapan
Empty Comments