Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak

Iklan Landscape Smamda
Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak
Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, M.Sc
pwmu.co -

Gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di Amerika Serikat belakangan ini terus menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar persoalan angka di pasar keuangan, tetapi juga ancaman nyata yang berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat.

Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, M.Sc., membagikan pandangan sekaligus strategi praktis agar masyarakat tetap tangguh secara finansial di tengah gejolak ekonomi global.

Yunan menjelaskan bahwa kenaikan dolar memicu efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor.

“Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkapnya kepada Tim Humas UMM pada 17 Mei lalu.

Menurutnya, masyarakat tetap akan terdampak meskipun tidak membeli barang impor secara langsung.

Pasalnya, biaya produksi industri lokal ikut meningkat akibat mahalnya bahan baku dan energi.

“Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Menghadapi situasi ekonomi yang fluktuatif, Yunan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mulai memperkuat pengelolaan keuangan pribadi.

Ia menyarankan masyarakat memastikan dana darurat tetap aman serta menunda pembelian barang yang tidak mendesak, terutama produk yang sensitif terhadap kurs dolar.

“Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan layanan kredit instan atau paylater.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menciptakan ilusi finansial dan memicu masalah ekonomi baru.

“Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya.

Di tengah melemahnya rupiah, Yunan juga melihat adanya peluang besar bagi generasi muda untuk memperoleh penghasilan dari pasar global.

Ia mendorong anak muda mulai mempelajari keterampilan digital dan membangun side hustle sesuai minat mereka.

“Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah,” urainya.

Sebagai langkah penyelamatan keuangan, masyarakat juga diminta mengevaluasi arus kas pribadi, menghentikan langganan layanan yang tidak penting, serta mengurangi gaya hidup konsumtif.

Menurutnya, stabilitas ekonomi seseorang tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan rasional.

Revisi Oleh:
  • Satria - 18/05/2026 14:12
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡