Purnawiyata dan Pelepasan Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga ajang penguatan karakter dan motivasi bagi para lulusan.
Mengusung tema “Qur’anic Generation: Leading and Inspiring the World”, kegiatan yang berlangsung di Aula KH Mas Mansyur PWM Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026), menghadirkan sejumlah tokoh Muhammadiyah yang memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan.
Perkembangan Teknologi
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Surabaya, Nanang Syafidin Junaidi, SE, SH, MSA, mengingatkan bahwa generasi muda akan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, perubahan global, perkembangan teknologi, dan hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut generasi muda memiliki bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang kuat.
“Tantangan ke depan tidak ringan. Anak-anak kita akan hidup di masa yang penuh perubahan. Karena itu, mereka harus memiliki bekal ilmu dan akhlak yang kuat,” ujarnya.
Nanang menjelaskan bahwa teknologi AI dapat menjadi peluang sekaligus tantangan. Kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun konten yang menyesatkan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi para guru SD Musix yang dinilai mampu menjadi teladan bagi siswa, serta inovasi sekolah melalui aplikasi Gen Q Smart yang digunakan untuk memantau aktivitas ibadah peserta didik.
“Guru-guru di sini tidak hanya mengajar, tetapi juga memberikan contoh nyata kepada anak-anak. Di tengah berbagai tantangan dunia saat ini, Al-Qur’an tetap menjadi pedoman utama dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCM Wonokromo Surabaya, Ir. H. Lukman Rahim, mengajak para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri. Ia menyampaikan kisah inspiratif tentang pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri.
“Ada seseorang yang ingin mengubah dunia, lalu ingin mengubah negara dan keluarganya. Namun ia gagal. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.
Menurut Lukman, kesuksesan dunia dan akhirat dapat diraih dengan membangun kecintaan kepada Allah dan Al-Qur’an, menjaga salat, bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, mandiri, santun, peduli, percaya diri, kreatif, pantang menyerah, serta gemar menolong sesama.
Inovasi Gen Q Smart
Pesan serupa juga disampaikan Bendahara PDM Surabaya, Musa Abdullah. Ia mengapresiasi inovasi Gen Q Smart yang telah memperoleh hak cipta dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Dalam sambutannya, Musa mengutip nasihat Imam Syafi’i tentang pentingnya ilmu sebagai kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
“Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia, maka hendaklah ia mencapainya dengan ilmu. Barang siapa menginginkan kebahagiaan akhirat, maka hendaklah ia mencapainya dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka hendaklah ia mencapainya dengan ilmu.”
Suasana haru sekaligus hangat juga terasa saat Ketua Komite Sekolah, Sukma Anggraini, mewakili wali murid menyampaikan refleksi perjalanan enam tahun pendidikan anak-anak mereka di SD Musix. Ia mengenang masa pandemi Covid-19 ketika siswa harus belajar secara daring dari rumah.
Dengan nada bercanda, ia mengajak siswa bernostalgia.
“Kalian masih ingat saat kelas satu belajar daring? Atasnya pakai seragam, bawahnya pakai apa?” tanyanya.
“Pakai sarung, Bunda!” jawab para siswa serempak yang langsung disambut tawa hadirin.
Di balik candaan tersebut, Sukma menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik dan membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran, terutama saat menghadapi berbagai tantangan selama masa pandemi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pendidikan dan pembentukan karakter yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga ilmu yang diajarkan para guru menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkapnya.
Rangkaian pesan dari para tokoh dan wali murid semakin menguatkan makna purnawiyata SD Musix. Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dengan bekal ilmu, akhlak, dan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments