SMA Muhammadiyah 3 Batu memperkuat komitmennya dalam membangun kesehatan mental peserta didik melalui implementasi Jurus BK Hebat. Program tersebut menjadi tindak lanjut setelah Guru Bimbingan dan Konseling (BK) mengikuti Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling (PKG-BK) Provinsi Jawa Timur yang berlangsung pada 29 Juni–7 Juli 2026.
Guru BK SMA Muhammadiyah 3 Batu, Khoen Eka Anthy, S.A., S.S., M.Pd., mengimplementasikan dua materi utama pelatihan, yakni Jurus 1: Kenali Potensi Diri dan Jurus 3: Tumbuhkan Resiliensi. Jurus 3 tersebut dimasukkan dalam materi Kesehatan Mental Remaja.
Jurus BK Hebat
Jurus pertama ditujukan kepada jajaran manajemen sekolah dan guru wali. Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu Aris Sahruli, S.Pd., para wakil kepala sekolah, serta guru wali pada Senin (13/7/2026). Peserta dikenalkan penggunaan aplikasi AkuPintar untuk memetakan potensi, minat, bakat, dan kecenderungan karier murid sebagai dasar penyusunan layanan pendampingan yang lebih terarah.
Adapun Jurus 3 diterapkan kepada seluruh murid baru kelas X dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026). Materi resiliensi dipadukan dengan edukasi kesehatan mental remaja agar peserta didik memiliki kemampuan beradaptasi, mengelola emosi, dan bangkit ketika menghadapi tekanan maupun kegagalan.
Suasana pembelajaran dibuat interaktif melalui permainan menyusun menara dari kartu UNO. Dari permainan tersebut, murid belajar bahwa keberhasilan membutuhkan kesabaran, ketelitian, kerja sama, serta keberanian untuk bangkit setelah mengalami kegagalan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi. Beragam pengalaman yang muncul selama permainan dikaitkan dengan tantangan yang akan dihadapi murid selama menempuh pendidikan di bangku SMA.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengalaman berharga. Moch. Daffa merasa lebih termotivasi untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan. Sementara itu, Muhammad Azzam Abdillah, Arinka Tri Yuandari, dan Aisyah Maurilia sepakat bahwa kegagalan bukan akhir perjalanan, bukan kekalahan, melainkan kesempatan untuk belajar dan menjadi pribadi yang lebih kuat.
Khoen Eka menegaskan bahwa pembentukan resiliensi tidak dapat dilakukan secara instan. “Kami ingin murid memahami bahwa setiap tantangan selalu memiliki jalan keluar. Resiliensi harus terus dilatih melalui pendampingan, layanan konseling, dan kolaborasi antara guru, orang tua, serta seluruh warga sekolah agar kesehatan mental mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui implementasi Jurus BK Hebat, SMA Muhammadiyah 3 Batu berharap layanan BK semakin inovatif, kolaboratif, dan mampu melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, serta siap menghadapi dinamika kehidupan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments