Kepercayaan kembali diberikan kepada Achmad Zainuri Arif, M.Pd. untuk memimpin Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya periode 2026–2030. Dilantik di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Rabu (15/7/2026), dia langsung menegaskan komitmennya menjadikan sekolah sebagai rujukan (benchmarking) pendidikan dasar yang unggul, inovatif, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Memasuki periode kepemimpinan kedua, Achmad Zainuri Arif mengatakan transformasi sekolah akan difokuskan pada penguatan karakter Islami, inovasi pembelajaran, digitalisasi pendidikan, hingga pengembangan kompetensi global peserta didik.
“Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan bersama seluruh guru, karyawan, orang tua, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Kami ingin Sekolah Inovatif menjadi sekolah yang bukan hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi tempat belajar yang menginspirasi serta dapat dijadikan benchmarking bagi sekolah-sekolah lain tanpa meninggalkan prinsip pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Pria yang saat ini tengah menempuh Program Doktor Teknologi Pendidikan itu menambahkan, sekolah tidak hanya akan mengejar capaian akademik, tetapi juga memperkuat pembinaan akidah, akhlak, dan ibadah sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik.
Pada periode pertama kepemimpinannya, Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya mencatat berbagai perkembangan. Sejumlah program unggulan berhasil dikembangkan, seperti 17 Kelas Inovatif, kelas prestasi, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), Kelas Diaspora sebagai program internasional, digitalisasi pembelajaran, penguatan budaya literasi, hingga peningkatan prestasi siswa di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Untuk periode 2026–2030, pihak sekolah menargetkan sejumlah capaian strategis, antara lain peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan budaya inovasi dan prestasi, perluasan jejaring kerja sama nasional maupun internasional, pengembangan fasilitas belajar modern, serta peningkatan jumlah peserta didik.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk mewujudkan visi “Sekolah Inovatif untuk Mewujudkan Generasi Unggul”, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan Muhammadiyah yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau.
Selain itu, Sekolah Inovatif juga akan terus memperkuat identitas peserta didiknya sebagai “Sang Inovator Pemimpin Masa Depan”. Konsep ini diwujudkan melalui pembentukan karakter siswa yang bertakwa, berilmu, berprestasi, komunikatif, kolaboratif, kreatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
Menurut Arif, nilai-nilai tersebut akan terus diintegrasikan dalam seluruh proses pembelajaran maupun berbagai program pembiasaan di lingkungan sekolah.
“Transformasi pendidikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi. Karena itu kami berharap doa, dukungan, dan sinergi dari pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh orang tua siswa agar bersama-sama mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Inovatif. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan dalam menjalankan amanah ini,” tandasnya.
Periode kedua kepemimpinan Achmad Zainuri Arif diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya sebagai sekolah rujukan yang mampu menginspirasi dunia pendidikan sekaligus melahirkan generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments