Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Literasi Jadi Bukti Dedikasi, Guru SMK Models Raih Juara 1 Lomba Menulis Artikel PDNA Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
Literasi Jadi Bukti Dedikasi, Guru SMK Models Raih Juara 1 Lomba Menulis Artikel PDNA Banyuwangi
Prestasi guru SMK Models dalam lomba menulis artikel. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi kembali menorehkan prestasi di bidang literasi, (13/7/2026). Salah satu gurunya, Cici Arista Devi, S.Pd., berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Artikel bertema “Nyala Kartini Muda: dari Nasyiatul Aisyiyah untuk Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyuwangi dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95.

Kompetisi yang diikuti kader Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Banyuwangi ini menjadi wadah bagi perempuan muda untuk menyampaikan gagasan progresif, kreatif, dan kritis melalui karya tulis. Peserta diminta menulis artikel sepanjang 800–1.500 kata berdasarkan subtema yang telah ditentukan.

Penilaian meliputi kesesuaian tema (30 persen), kedalaman isi dan gagasan (25 persen), gaya bahasa serta kreativitas (25 persen), dan struktur penulisan beserta ejaan (20 persen). Pemenang diumumkan pada 21 April 2026.

Keberhasilan Cici diraih melalui artikel berjudul “Dapur, Gendongan, dan Nasyiah: Seni Sodaqoh Waktu Perempuan Berkemajuan.” Dalam tulisannya, ia mengangkat realitas perempuan yang kerap memikul peran ganda sebagai ibu, pekerja, dan aktivis organisasi.

Melalui artikel tersebut, Cici menegaskan bahwa perempuan tidak semestinya dipandang hanya sebagai kanca wingking atau terbatas pada konsep macak, masak, manak, tetapi juga memiliki ruang untuk berkarya, memimpin, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Menurut Cici, perempuan memiliki kemampuan untuk mengelola berbagai peran dalam kehidupan apabila memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar.

“Lewat tulisan itu saya ingin membuka mata para pembaca bahwa hargailah seorang perempuan. Perempuan mampu menyeimbangkan urusan domestik, keluarga, karier, dan organisasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa inspirasi tulisan tersebut lahir dari pengalaman pribadi dan berbagai fenomena yang ditemuinya. Masih banyak anggapan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi atau berkarier karena pada akhirnya akan kembali mengurus rumah tangga. Pandangan itulah yang mendorongnya untuk menyampaikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan berorganisasi tanpa mengesampingkan perannya dalam keluarga.

Dalam proses kreatifnya, Cici mengaku banyak terinspirasi oleh penulis Laksmi Pamuntjak. Ia juga tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti perlombaan. Artikel ditulis secara mengalir dan dikirim sesuai jadwal yang ditentukan panitia. Bahkan, ia tidak menyangka tulisannya berhasil meraih peringkat pertama.

SMPM 5 Pucang SBY

Hidupkan Budaya Literasi

Ketua PDNA Banyuwangi, Roudhotul Jannah, M.Pd.I, menjelaskan bahwa lomba tersebut digelar untuk memperingati Hari Kartini sekaligus Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95. Menurutnya, kedua momentum tersebut memiliki semangat yang sama, yakni memperjuangkan pendidikan, emansipasi, dan pemberdayaan perempuan.

Ia menilai gagasan Raden Ajeng Kartini mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan tetap relevan hingga kini. Sementara itu, Nasyiatul Aisyiyah terus berupaya mencetak kader perempuan muda yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjadi agen perubahan melalui ide serta karya nyata. Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga bertujuan menghidupkan budaya literasi atau tradisi Iqra yang menjadi salah satu fondasi gerakan Muhammadiyah.

Salah satu dewan juri, Elok Rosyidah, S.E., M.M., mengatakan bahwa kekuatan gagasan menjadi aspek utama dalam menentukan karya terbaik. Menurutnya, tema “Nyala Kartini Muda” dipilih untuk menggambarkan semangat perempuan muda yang terus belajar, berkarya, memimpin, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa proses penjurian dilakukan secara anonim. Seluruh artikel dinilai tanpa mencantumkan identitas penulis sehingga penilaian sepenuhnya berfokus pada kesesuaian tema, orisinalitas gagasan, serta indikator yang telah ditetapkan panitia.

“Dalam proses penilaian kami menerima seluruh tulisan tanpa mengetahui identitas penulis. Setiap karya dinilai berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas gagasan, dan indikator penilaian sehingga objektivitas tetap terjaga,” jelas Elok.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menuangkan gagasan melalui karya tulis. Menurutnya, setiap artikel memiliki sudut pandang yang menarik meskipun sebagian masih memerlukan pendalaman isi. Ia berharap budaya menulis tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi terus berkembang menjadi budaya literasi yang berkelanjutan.

Prestasi yang diraih Cici Arista Devi menjadi bukti bahwa budaya literasi di lingkungan SMK Models terus tumbuh. Keberhasilan tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi guru dan peserta didik untuk terus berkarya melalui tulisan serta berkontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 16/07/2026 19:52
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu