Momen penuh haru mewarnai rangkaian acara Smamio Inspiring Memories 2026 yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) pada Ahad (14/6/ 2026) di Giri Loka Ballroom Aston Inn Gresik. Mengusung tema “Timeless Memories: Farewell That Never Fades”, kegiatan tersebut menjadi ajang perpisahan sekaligus refleksi perjalanan para siswa kelas XII selama menempuh pendidikan di Smamio
Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah Student Speech yang disampaikan oleh Nayla Rahma Wijaya dari kelas XII-6. Dalam pidatonya, Nayla mengajak seluruh teman seangkatannya untuk mengenang perjalanan tiga tahun yang telah dilalui bersama, mulai dari momen-momen sederhana hingga pengalaman yang membentuk karakter mereka.
Dengan penuh kehangatan, Nayla mengenang masa awal menjadi siswa Smamio. Menurutnya, kenangan berdiri kaku di lapangan saat mengikuti Fortasi (Forum Orientasi dan Taaruf Siswa) masih terasa begitu dekat. Ia juga mengingat berbagai pengalaman yang kini menjadi cerita berharga, seperti ketika mendapat hukuman membaca Al-Qur’an sehingga tidak bisa pulang lebih cepat, hingga momen serius membuat janji untuk melakukan konseling karier di ruang Bimbingan Konseling (BK).
Pentingnya Integritas
Dalam pidatonya, Nayla turut mengutip pemikiran Mohammad Hatta yang menyatakan bahwa kaum intelektual harus memastikan negeri ini dibangun dengan rasa keadilan, tanggung jawab, serta keberanian menghadapi pelbagai kesukaran dan tantangan masa depan. Kutipan tersebut menjadi landasan bagi pesan yang ingin ia sampaikan kepada seluruh lulusan Angkatan 8 Smamio.
Nayla mengajak teman-temannya untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi juga hadir dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan bahwa manusia seringkali memperkenalkan diri melalui prestasi dan hal-hal yang dimiliki. Namun, menurutnya, ada sesuatu yang tidak akan pernah terhapus oleh waktu, yakni integritas.
“Siapakah kita jika semua pencapaian yang dimiliki dihapuskan?” ungkap Nayla dalam pidatonya. Ia menjelaskan bahwa integritas tercermin dari cara seseorang bersikap kepada siapa pun, bahkan ketika tidak ada sorotan kamera ataupun pengakuan dari orang lain. Nilai itulah yang akan menunjukkan jati diri seseorang sesungguhnya.
Lebih lanjut, Nayla berharap lulusan Angkatan 8 Smamio tidak hanya dikenal sebagai generasi yang unggul di atas kertas. Ia mengajak seluruh teman seangkatannya untuk menjadi generasi Muhammadiyah yang berkemajuan, pemimpin yang berintegritas dan berpihak kepada rakyat, serta warga negara yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menutup pidatonya, Nayla menyampaikan harapan agar keberadaan para lulusan Smamio dapat menjadi lentera yang menerangi sekelilingnya. Menurutnya, mereka tidak boleh menjadi menara gading yang menjulang tinggi tetapi kehilangan akar yang menjejak bumi. Sebaliknya, mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang tetap rendah hati, dekat dengan masyarakat, dan mampu memberikan dampak positif di mana pun berada.
Pesan yang disampaikan Nayla pun mendapat apresiasi dari para hadirin. Melalui pidato tersebut, suasana perpisahan tidak hanya dipenuhi nostalgia, tetapi juga semangat untuk melangkah menuju masa depan dengan membawa nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi sesama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments