Isu kelangkaan penutur bahasa daerah di kalangan generasi muda memicu aksi nyata dari organisasi perempuan Islam di Sukoharjo.
Melalui momentum milad organisasi, Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Blimbing sukses menggelar kompetisi dakwah lokal yang kompetitif.
Dalam ajang bergengsi tersebut, utusan Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) Wonorejo, Mu’tamaroh Kurnianingsih SE keluar sebagai Juara I.
Ia sukses menyisihkan delegasi tangguh dari 32 ranting lain se-Kecamatan Polokarto melalui penampilannya yang memukau.
Orbitkan Kader Mubaligah Lewat Dakwah Kultural
Gelaran Lomba Pidato Bahasa Jawa Milad ’Aisyiyah ini menjadi angin segar bagi pelestarian bahasa daerah sekaligus penguatan dakwah kultural.
Kompetisi ketat ini berlangsung di Gedung Islamic Center Muhammadiyah ’Aisyiyah (ICMA) Cabang Blimbing, Sukoharjo, pada Minggu (03/05/2026).
Sementara itu, pengumuman pemenang secara resmi bergema dalam puncak perayaan Milad ’Aisyiyah di Gedung Pertemuan Desa Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, Minggu (17/05/2026).
Keberhasilan para peserta memunculkan optimisme baru bagi regenerasi pendakwah perempuan di tingkat akar rumput.
Merespons potensi ini, ’Aisyiyah bergerak cepat menyiapkan panggung syiar yang lebih luas bagi para pemenang berbakat. Sekretaris PCA Blimbing, Nurhakimah Siwi Handayani SPd MPd menegaskan bahwa para juara tidak akan berhenti pada seremonial lomba semata.
Pihaknya siap menerjunkan para pemenang langsung untuk berdakwah ke tengah masyarakat luas.
“Para pemenang lomba pidato ini siap diorbitkan bersama Korps Mubaligah ’Aisyiyah (KMA). Apalagi, pidato mereka menggunakan bahasa Jawa yang kini sudah sangat jarang digunakan oleh generasi muda” ujar Nurhakimah di lokasi acara.
Siap Banjir Undangan Dakwah di Pengajian
Gayung bersambut, potensi besar para kader perempuan ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan Muhammadiyah.
Kebutuhan akan syiar agama yang dekat dengan kultur masyarakat lokal dinilai semakin mendesak di era modern.
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing, K.H. Tarno, S.Ag., turut memuji kemampuan retorika para peserta. Ia memprediksi jadwal dakwah para juara Lomba Pidato Bahasa Jawa Milad ’Aisyiyah ini akan segera padat.
KH Tarno menyatakan bahwa kehadiran para mubaligah ini sangat dinantikan oleh umat. Pihak pimpinan cabang akan mendorong mereka untuk aktif mengisi berbagai forum pengajian ibu-ibu di seluruh wilayah Cabang Blimbing.
Di balik panggung juara, tersimpan kisah humanis tentang gotong royong warga persyarikatan yang solid. Kemenangan Mu’tamaroh merupakan buah dari kerja keras serta dukungan penuh dari keluarga dan rekan sejawatnya.
Mu’tamaroh mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada suami dan Ketua PRA Wonorejo, Siti Isniyatun, atas bimbingan bahasa Jawa yang luwes. Ia juga sangat mengapresiasi kesabaran rekan-rekan ranting yang membantu mengoreksi naskah pidatona selama latihan intensif.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih, jazakumullahu khairan katsiran, kepada seluruh pihak. Masyaallah, begitu banyak orang yang mendukung dan menyemangati saya selama latihan” ungkap Mu’tamaroh dengan penuh haru.
Variasi Lomba Kreatif untuk Kemandirian Perempuan
Selain kompetisi pidato, perayaan Milad ’Aisyiyah tahun ini juga menghadirkan lima cabang lomba lain yang tidak kalah menarik.
Seluruh rangkaian lomba bertujuan mengasah kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi kader perempuan.
Panitia menyelenggarakan lomba Master of Ceremony (MC), penulisan sejarah ranting ’Aisyiyah, dan senam ’Aisyiyah. Selain itu, ada pula lomba memasak serta lomba pemanfaatan bungkus deterjen bekas menjadi produk bernilai guna tinggi.
Melalui kesuksesan Lomba Pidato Bahasa Jawa Milad ’Aisyiyah dan rangkaian acara ini, ’Aisyiyah Cabang Blimbing menunjukkan langkah nyata.
Mereka tidak hanya berhasil menjaga kelestarian budaya lokal, tetapi juga mampu menggerakkan potensi sosial, ekonomi, dan budaya kader secara inklusif.





0 Tanggapan
Empty Comments