Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Silaturahmi PDA Bojonegoro ke PAUD ABA Percontohan, Perkuat Karakter Perempuan Aisyiyah Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Silaturahmi PDA Bojonegoro ke PAUD ABA Percontohan, Perkuat Karakter Perempuan Aisyiyah Berkemajuan
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro melakukan silaturahmi ke PAUD ABA Percontohan Bojonegoro dengan tema “Silaturahmi Memperkuat karakter Perempuan Aisyiyah Berkemajuan”, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di PAUD ABA Percontohan, Jalan Dr Sutomo No. 59 Bojonegoro, tersebut diikuti 21 guru. Seluruh peserta mengikuti forum silaturahmi dengan penuh semangat.

Kegiatan diawali dengan bacaan basmalah dan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, serta penuh kekeluargaan.

Ketua PDA Bojonegoro, Zuliyatin Lailiyah, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada PDA untuk bersilaturahmi bersama keluarga besar PAUD ABA Percontohan.

“Terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan. Majelis PAUDDASMEN ingin membangun chemistry dalam membersamai perjuangan guru-guru PAUD ABA Percontohan,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai langkah dan gerakan yang telah dilakukan PAUD ABA Percontohan. Menurutnya, perkembangan dan inovasi yang dilakukan lembaga tersebut sangat pesat.

“Apresiasi setinggi-tingginya. Langkah geraknya sangat melejit. Lalu apa yang bisa kita berikan selaku PDA? Maka adanya silaturahmi ini menjadi ruang untuk sharing dan saling menguatkan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Zuliyatin menjelaskan bahwa Aisyiyah merupakan gerakan Islam yang memiliki peran strategis dalam dakwah amar makruf nahi munkar sekaligus mendorong perempuan agar terus berkemajuan.

Ia memaparkan lima gerakan utama perempuan Aisyiyah, yakni gerakan Islam amar makruf nahi munkar, gerakan perempuan berkemajuan, gerakan praksis sosial melalui teologi al-Maun dan ta’awun sosial, gerakan amal usaha dalam bidang feeding, healing, dan schooling, serta gerakan kebangsaan.

“Dahulu, sebelum adanya Aisyiyah, perempuan sering dipandang hanya sebagai konco wingking, yang aktivitasnya berkutat pada dapur, sumur, dan kasur. Aisyiyah hadir membawa gerakan yang mendorong perempuan untuk berperan lebih luas dalam kehidupan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan karakter perempuan Aisyiyah sebagaimana dirumuskan dalam gerakan Aisyiyah. Karakter tersebut meliputi iman dan takwa, taat beribadah, akhlakul karimah, berpikir tajdid, bersikap wasathiyah, beramal saleh, serta memiliki sikap inklusif.

Dalam sikap wasathiyah, terdapat enam prinsip yang perlu diterapkan dalam kehidupan perempuan Aisyiyah, yaitu tawazun atau keseimbangan, i’tidal atau keadilan, tasamuh atau saling menghormati, syura atau musyawarah, islah atau perbaikan dan perdamaian, serta qudwah sebagai pelopor dan penggerak.

SMPM 5 Pucang SBY

Prinsip tawazun mengajarkan perempuan untuk mampu menjaga keseimbangan antara peran di rumah dan di sekolah, antara profesi dan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

Sementara itu, i’tidal menekankan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Adapun tasamuh diwujudkan melalui sikap saling menghormati, baik secara internal maupun eksternal.

“Tidak ada one man show. Semua harus dibangun secara kolektif kolegial melalui musyawarah,” pesannya.

Zuliyatin menegaskan bahwa karakter yang kuat harus diikuti dengan komitmen nyata dalam kehidupan. Perempuan Aisyiyah diharapkan memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, pelestarian lingkungan, penguatan keluarga sakinah, pemberdayaan masyarakat, filantropi berkemajuan, menjadi aktor perdamaian, berpartisipasi di ruang publik, membangun kemandirian ekonomi, menjalankan peran kebangsaan, serta berkontribusi dalam kemanusiaan universal.

Menurutnya, guru PAUD memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Karena itu, silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat chemistry, berbagi pengalaman, serta menyatukan langkah antara PDA dan lembaga pendidikan Aisyiyah.

Kepala PAUD ABA Percontohan Bojonegoro, Dwi Anjarwati, S.Pd, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi PDA Bojonegoro.

“Terima kasih atas silaturahmi hari ini. Semoga pertemuan ini membawa manfaat bagi seluruh guru dan semakin menguatkan semangat kita dalam membersamai anak-anak,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing dan diskusi bersama. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap pembahasan hingga kegiatan berakhir.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi PDA, Majelis PAUDDASMEN, dan PAUD ABA Percontohan dalam menghadirkan pendidikan yang berkemajuan serta memperkuat peran perempuan Aisyiyah dalam mendampingi tumbuh kembang generasi masa depan.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu