Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Di Balik Toga S2: Mengajar, Berorganisasi, Berdakwah, Raih Beasiswa, hingga Lulus Tanpa Tesis di Umsura

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Di Balik Toga S2: Mengajar, Berorganisasi, Berdakwah, Raih Beasiswa, hingga Lulus Tanpa Tesis di Umsura
Alfain Jalaluddin Ramadlan
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Alfain jalaluddin ramadlan

Pukul 03.30 WIB, Ahad (1/11/2026), suasana rumah di Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, mulai terasa berbeda. Saya bersama keluarga bersiap menyambut hari yang telah lama dinantikan: wisuda.

Pagi itu, saya tidak berangkat sendiri. Ada istri, ibu, bapak, dan adik yang menemani perjalanan menuju Dyandra Convention Hotel Surabaya, tempat Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar Wisuda ke-55.

Pukul 04.45 WIB, kami berangkat dari rumah. Perjalanan menuju Surabaya terasa istimewa. Di balik perjalanan pagi itu, tersimpan rasa syukur, haru, dan kebanggaan karena akhirnya saya bisa memberikan hadiah kepada orang-orang tercinta: menyelesaikan pendidikan magister.

Bagi saya, toga yang akan dikenakan bukan sekadar simbol kelulusan. Ada doa orang tua, dukungan istri, perjuangan membagi waktu, serta perjalanan panjang yang mengantarkan saya sampai pada titik ini.

Sekitar pukul 06.10 WIB, kami tiba di lokasi wisuda. Setelah sarapan bersama keluarga, saya bersiap mengenakan toga. Ada perasaan yang sulit diungkapkan ketika menyadari bahwa perjalanan perkuliahan yang dimulai dua tahun sebelumnya kini sampai pada garis akhir.

Memasuki lokasi wisuda, saya bertemu dengan sejumlah teman jurnalis PWMU.CO, salah satunya Pemimpin Redaksi Agus Wahyudi. Kami menyempatkan diri berfoto bersama, mengabadikan momen yang menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.

Di tengah suasana wisuda, saya kembali mengingat bagaimana semuanya bermula.

Berawal dari Keraguan, Berujung pada Pilihan

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) pada 2024, saya langsung memutuskan melanjutkan studi magister di Umsura.

Namun, keputusan itu tidak serta-merta mudah. Awalnya, saya sempat mendaftar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Setelah berpikir panjang, saya mulai mempertimbangkan Hukum Ekonomi Syariah.

Salah satu sosok yang menguatkan keputusan itu adalah Dr. Dian Berkah, M.H.I. Saat masa pendaftaran, beliau memberikan motivasi yang hingga kini masih saya ingat.

“Ayo Alfain, kamu harus daftar di Hukum Ekonomi Syariah, karena di Lamongan belum banyak yang kuliah atau memahami Hukum Ekonomi Syariah,” ujarnya.

Kalimat sederhana itu menjadi dorongan besar bagi saya. Saya mulai melihat bahwa melanjutkan kuliah bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang menyiapkan diri agar bisa memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat.

Akhirnya, saya mantap memilih Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Pascasarjana Umsura. Saya juga mengikuti program beasiswa kader dan Alhamdulillah dinyatakan lolos dengan potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen.

Meski sudah diterima, rasa percaya diri belum sepenuhnya tumbuh. Saya merasa menjadi mahasiswa paling muda di antara teman-teman seangkatan. Selain itu, pemahaman saya terhadap ilmu Hukum Ekonomi Syariah masih perlu banyak diperkuat.

Perasaan ragu itu perlahan berubah menjadi semangat untuk terus belajar.

Kuliah di Antara Jadwal Mengajar dan Organisasi

Menjadi mahasiswa magister bukan satu-satunya aktivitas saya. Setiap hari, ada tanggung jawab mengajar dan mengabdi yang harus dijalankan.

Pagi hari, saya mengajar diniyah di Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Setelah itu, saya melanjutkan kegiatan mengajar di MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan.

Sore hari, saya mendampingi kegiatan tahsin Al-Qur’an. Malamnya, kembali mengajar diniyah. Di sela-sela kesibukan tersebut, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi Muhammadiyah, mulai dari Hizbul Wathan, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, hingga Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Jawa Timur. Ditambah lagi menjadi editor di PWMU.CO yang setiap hari memperbaiki tulisan kontributor.

Aktivitas itu membuat saya harus benar-benar belajar mengatur waktu.

Ada saatnya tugas perkuliahan harus diselesaikan setelah kegiatan mengajar. Ada pula waktu ketika saya harus membaca materi kuliah di sela-sela agenda organisasi.

Saya berusaha menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan belajar. Mengajar memberi pengalaman mendidik, organisasi melatih tanggung jawab, sedangkan perkuliahan memperkuat wawasan akademik.

Ketiganya berjalan beriringan, meski tidak selalu mudah.

Saya menyadari bahwa kuliah bukan hanya tentang hadir di ruang kelas atau menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, kuliah adalah proses membangun kedisiplinan, mengasah cara berpikir, dan memperluas manfaat ilmu.

Meneliti Jatam, Menemukan Jalan Kelulusan

Salah satu pengalaman paling berkesan selama menempuh S2 adalah ketika menentukan penelitian.

Saya tertarik mengkaji Jama’ah Tani Muhammadiyah (Jatam) di Kabupaten Lamongan. Menurut saya, gerakan ekonomi dan pemberdayaan petani yang dikembangkan Jatam memiliki sisi menarik untuk diteliti melalui perspektif Hukum Ekonomi Syariah.

Saya kemudian mengangkat penelitian berjudul “Analisis Bisnis Jama’ah Tani Muhammadiyah dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah di Kabupaten Lamongan.”

Saya melihat tema ini penting karena aktivitas bisnis Jatam tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut prinsip-prinsip syariah dalam praktik usaha dan pemberdayaan masyarakat.

Penelitian tersebut saya kembangkan menjadi artikel ilmiah yang berhasil lolos pada jurnal terakreditasi Sinta 2, dan mendapat IPK 3,91.

Melalui jalur publikasi ilmiah tersebut, saya dapat menyelesaikan studi tanpa menempuh tesis konvensional. Saya menjadi satu-satunya mahasiswa di angkatan yang menyelesaikan studi melalui jalur publikasi artikel ilmiah.

Bagi saya, pencapaian ini bukan semata-mata tentang jalur kelulusan yang berbeda. Lebih penting, penelitian tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan kajian akademik yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya gerakan ekonomi Muhammadiyah di Lamongan.

Saya berharap penelitian itu dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Jatam dan menjadi referensi bagi kajian Hukum Ekonomi Syariah berikutnya.

Toga untuk Orang Tua dan Istri

Ketika mengikuti prosesi wisuda, pikiran saya kembali kepada keluarga yang sejak pagi menemani perjalanan dari Godog menuju Surabaya.

Saya merasa bahagia bisa menyelesaikan pendidikan magister. Namun, kebahagiaan itu terasa lebih lengkap ketika dapat membagikannya bersama orang tua dan istri.

Mereka menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Dukungan keluarga memberi kekuatan ketika kesibukan mengajar, organisasi, dan perkuliahan datang bersamaan.

Wisuda ini menjadi hadiah sederhana atas doa dan dukungan yang selama ini mereka berikan.

Saya juga bersyukur atas ucapan selamat yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, hingga teman-teman guru di Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ucapan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi agar saya terus belajar dan mengembangkan diri.

Bahkan, beberapa di antaranya mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Konsep Otomatis
Foto bersama keluarga setelah mengikuti wisuda. (Ghifari/PWMU.CO)

Dari Godog, Menapaki Pendidikan dan Kaderisasi

Saya, Alfain Jalaluddin Ramadlan, S.E., M.H., C.TMP., C.PIM., lahir di Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, pada 13 Desember 2000. Saya merupakan anak kedua dari pasangan Muslihin dan Muizatin.

Perjalanan pendidikan saya dimulai dari MI Muhammadiyah 1 Godog pada 2007–2013. Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan di SMP Muhammadiyah 8 Laren pada 2013–2016 dan MA Muhammadiyah 9 Lamongan pada 2016–2019.

Pada 2020, saya melanjutkan studi S1 Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Lamongan dan menyelesaikannya pada 2024. Setelah itu, saya meneruskan pendidikan magister Hukum Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada 2024–2026.

Perjalanan pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan proses kaderisasi dan pengabdian di Muhammadiyah.

Di lingkungan Muhammadiyah, saya dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Lamongan periode 2022–2027, Anggota Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) PCM Laren periode 2022–2027, serta Anggota LPCRPM PWM Jawa Timur periode 2026–2027.

Kaderisasi di organisasi otonom Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam perjalanan saya. Di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, saya pernah menjadi Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PC IMM Lamongan periode 2023–2024, kemudian Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PC IMM Lamongan periode 2025–2026.

Sebelumnya, saya juga mengemban amanah sebagai Ketua Bidang RPK PK IMM Al Iskandariyah Umla periode 2021–2022 dan Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) PK IMM Al Iskandariyah Umla periode 2022–2023.

Di organisasi Hizbul Wathan, saya pernah menjadi Ketua Umum Kafilah Joko Tingkir Universitas Muhammadiyah Lamongan periode 2021–2023. Saat ini, saya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Pustaka dan Literasi Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur periode 2023–2028 serta Anggota Bidang Dakwah dan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Kwarda HW Lamongan periode 2023–2028.

Di Ikatan Pelajar Muhammadiyah, saya pernah menjadi Ketua PR IPM SMP Muhammadiyah 8 Laren periode 2014–2015, Sekretaris Umum PR IPM Al Mizan Putra periode 2018–2019, serta Ketua Bidang ASBO PC IPM Lamongan Kota periode 2017–2019.

Saya juga pernah menjadi Ketua Umum Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Lamongan periode 2020–2021. Hingga kini, saya mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Tapak Suci Cabang Istimewa 1 Godog sejak 2021 serta Anggota Bidang Pengembangan Cabang Tapak Suci PIMDA 026 Lamongan.

Di lingkungan Pemuda Muhammadiyah, saya menjadi Anggota Bidang Tabligh PC Pemuda Muhammadiyah Laren periode 2022–2027.

Pengalaman organisasi juga saya peroleh di luar Ortom Muhammadiyah. Saya pernah menjadi Staf Menteri Dalam Negeri BEM Umla periode 2020–2021, Kepala Kementerian Agama BEM Umla periode 2023–2024, Ketua Umum UKM Al Mujaddid Umla periode 2023–2024, serta Ketua Divisi Keagamaan HIMA Ekonomi Syariah Umla periode 2020–2022.

Berbagai amanah tersebut menjadi ruang belajar untuk memahami kepemimpinan, membangun komunikasi, dan mengembangkan kemampuan bekerja bersama.

Menulis, Mengabdi, dan Menebar Gagasan

Selain mengajar dan berorganisasi, saya menekuni dunia jurnalistik dan kepenulisan. Bagi saya, menulis menjadi cara untuk mendokumentasikan perjuangan, menyampaikan gagasan, sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Saya aktif sebagai editor di PWMU.CO dan kontributor Suara Muhammadiyah, KLIKMU.CO, Tabloid Matahati, Modernis.co, serta MuhammadiyahLamongan.com.

Saya juga menjadi bagian dari tim redaksi Taawun Indonesia, Ketua Redaksi Majalah Darul Aitam, dan jurnalis Lintasjatimnews.com.

Pengalaman kepenulisan saya dimulai dari berbagai media dan komunitas literasi. Saya pernah menulis di Majalah Hismag edisi Hari Raya, menjadi tim penulis Majalah IMM Al Iskandariyah, serta terlibat dalam sejumlah buku antologi, di antaranya Selaksa Rasa, Goresan Lentera Aksara, Membangkitkan Intelektual Membangun Peradaban, dan Gen Z Berbicara.

Sejumlah buku yang telah saya tulis antara lain Mencari Kemuliaan Bulan Ramadan, Secercah Cahayamu, Jejak Digital Rektor Umla 2022–2023, Rektor Budi Utomo ke Abdul Aziz, Melodi Demokrasi, Konsep Dasar Ekonomi Islam, Al-Qur’an dalam Jejak Hidup, dan Jejak Perjuangan dan Dedikasi. Pada 2026, saya juga menulis buku Antara Harapan dan Tantangan.

Kegiatan menulis tersebut membawa saya meraih sejumlah penghargaan. Saya pernah menjadi Penulis Terproduktif versi PWMU.CO pada 2022, 2023, dan 2024.

Pada 2025, saya meraih medali emas Olympiade Nasional Sains dan Bahasa tingkat nasional serta Juara Umum I Penulis Artikel tingkat nasional.

Penghargaan lainnya antara lain Peserta Terbaik I Pelatihan Mubaligh Muda Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2023, Peserta Terbaik Mastama Umla pada 2020, serta penghargaan sangat baik dalam Apresiasi Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Perguruan Tinggi oleh LLDIKTI Wilayah VII pada 2022.

Di bidang sastra, saya meraih penghargaan Penulis Terbaik Puisi tingkat nasional melalui karya berjudul Cinta Karena Allah pada 2022.

Saya juga pernah meraih Juara III Tanding Kejuaraan Pencak Silat Bali Championship 2022 dan Juara III Seni Tunggal pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional HMJ 2021.

Bagi saya, berbagai penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. Semuanya menjadi penyemangat untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat melalui tulisan maupun pengabdian.

Pendidikan sebagai Jalan Pengabdian

Kini, setelah menyelesaikan studi magister, saya kembali meneguhkan komitmen untuk mengembangkan diri melalui pendidikan, dakwah, jurnalistik, dan organisasi.

Sebagai pengajar di Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan dan MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, saya ingin ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat memberikan manfaat bagi para santri dan siswa.

Saya juga ingin terus mengembangkan kajian Hukum Ekonomi Syariah, khususnya yang berkaitan dengan gerakan ekonomi Muhammadiyah dan pemberdayaan masyarakat.

Ketika mengenang perjalanan menuju wisuda, saya menyadari bahwa keberhasilan ini bukan hasil perjuangan sendiri. Ada doa orang tua, dukungan istri, motivasi dosen, bimbingan para guru, terkhusus Ayahanda Fathurrahim Syuhadi, serta kesempatan berproses melalui Muhammadiyah.

Perjalanan dari Godog menuju Dyandra pada pagi itu mengajarkan saya satu hal: cita-cita dapat diraih melalui langkah-langkah kecil yang dijalani dengan tekun, doa, dan dukungan orang-orang tercinta.

Toga yang saya kenakan hari itu bukan akhir perjalanan. Namun menjadi pengingat bahwa belajar tidak pernah selesai, dan setiap ilmu selalu memiliki tanggung jawab untuk dibagikan.

Dari Desa Godog, saya belajar bermimpi. Dari ruang kuliah Umsura, saya belajar memahami. Dari keluarga, guru, dan Muhammadiyah, saya belajar bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika digunakan untuk memberi manfaat.

Alhamdulillah, satu perjalanan telah dituntaskan. Perjalanan pengabdian masih terus berlanjut. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 03/11/2026 08:48
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu