Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Ima Faizah, S.P., M.Pd.I., mengembangkan bahan ajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) berbasis digital untuk mendorong mahasiswa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui perilaku hidup halal.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian disertasi berjudul Pengembangan Bahan Ajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk Membentuk Perilaku Hidup Halal Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Penelitian itu mengantarkan Ima meraih gelar doktor bidang Pendidikan Agama Islam dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat (23/10/2026). Lebih dari pencapaian akademik, penelitian ini berfokus pada pengembangan pembelajaran AIK yang menghubungkan pemahaman nilai keislaman dengan praktik kehidupan mahasiswa.
Untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, Ima mengembangkan bahan ajar Halal Lifestyle melalui metode penelitian dan pengembangan dengan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods).
Pada tahap awal, ia menggunakan kerangka Backward Design, yaitu pendekatan perancangan pembelajaran yang dimulai dari penetapan capaian pembelajaran, kemudian menentukan metode dan kegiatan untuk mencapainya.
Bahan ajar tersebut disajikan dalam bentuk buku digital interaktif (flipbook) agar mahasiswa dapat mengakses materi secara lebih praktis dan menarik.
Tim ahli materi, desain pembelajaran, dan bahasa menilai bahan ajar tersebut sangat layak. Mahasiswa dan dosen AIK juga memberikan respons positif terhadap inovasi pembelajaran ini.
“Kami berupaya menghadirkan bahan ajar yang relevan dengan dinamika mahasiswa saat ini melalui integrasi teknologi interaktif dan substansi materi yang aplikatif,” ungkap Ima.
Menurutnya, penggunaan media digital dapat membantu mahasiswa memahami nilai-nilai keislaman sekaligus mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian Ima juga mengukur perubahan perilaku hidup halal mahasiswa melalui uji coba bahan ajar. Hasilnya, skor rata-rata meningkat dari 37,34 sebelum pembelajaran (pretest) menjadi 38,71 setelah pembelajaran (posttest).
Analisis statistik menggunakan uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi (p = 0,029). Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor sebelum dan sesudah pembelajaran.
Meski demikian, nilai normalized gain (N-gain) sebesar 0,18 menunjukkan peningkatan dalam kategori rendah. Artinya, perubahan skor yang terjadi masih terbatas sehingga hasil penelitian perlu dipahami secara proporsional.
Penelitian tersebut juga mencatat perubahan positif, terutama pada aspek cara berpakaian dan etika pergaulan mahasiswa di lingkungan kampus.
“Melalui pembelajaran ini, mahasiswa menjadi lebih peka dan bijak dalam menerapkan prinsip halal pada pilihan busana dan interaksi sosial mereka,” jelas Ima, dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPSI) Umsida.
Temuan ini memperlihatkan potensi bahan ajar AIK untuk mendukung pembentukan perilaku mahasiswa secara bertahap. Pembelajaran agama diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga membantu mahasiswa mempertimbangkan nilai-nilai Islam dalam mengambil keputusan sehari-hari.
Setelah melalui evaluasi dan penyempurnaan, Ima mengembangkan bahan ajar Halal Lifestyle menjadi monograf berjudul Halal Lifestyle Mahasiswa: Dari Keimanan Menuju Perilaku Hidup Halal.
Monograf tersebut memperluas pembahasan tentang praktik kehidupan mahasiswa, refleksi keimanan, dan perubahan perilaku. Dalam pengembangannya, Ima menggunakan Theory of Planned Behavior atau teori perilaku terencana serta pendekatan konstruktivisme sebagai landasan untuk memahami pembentukan niat dan tindakan mahasiswa.
Kehadiran monograf ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik sekaligus sumber pengembangan kurikulum AIK di perguruan tinggi Muhammadiyah.
Pimpinan FPSI Umsida turut mengapresiasi pencapaian Ima yang dinilai memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan dan institusi.
Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya mengembangkan pembelajaran AIK yang lebih kontekstual, dengan menghubungkan keimanan, pengetahuan, dan perilaku mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.






0 Tanggapan
Empty Comments