Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (Muhida). Dua tim terbaik peneliti cilik Muhida berhasil menyabet Gold Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026, Sabtu (17/10/2026).
Peserta lomba ini bukan hanya di tingkat SD saja, melainkan mulai dari SD hingga universitas. Sebanyak 736 tim offline dari Indonesia, Mexico, Hongkong, Korsel ikut serta.
Ajang ini dilaksanakan di Auditorium Gedung Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok pada tanggal 13-17 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan selama lima hari dimulai dari opening ceremony, seminar, booth setup, penjurian sampai awarding di hari terakhir.
Saat dinyatakan mendapat gold medal, salah satu siswi, Vanya menyebutkan jika ia dan teman-teman lainnya sangat senang dan tidak menyangka. Pasalnya lomba kali ini diikuti lebih banyak peserta dari lomba-lomba sebelumnya.
“Saat tahu menang, kaget dan sempat takut kalah. Hanya saja, akhirnya berusaha optimis juga saling semangatin tema-teman,” ceritanya. “Alhamdulillah mendapat Gold Medal,” imbuhnya.
Ia menambahkan jika ketika proses penjurian, baik pertanyaan maupun jawaban menggunakan bahasa Inggris. Hal ini karena juri juga berasal dari luar negeri.
Dua inovasi yang membawa Muhida mencapai gold medal ialah “ECOMOS 2.0: Environment Control and Observation for Mosquito System” yang dibawa oleh Arisah Alya Azzahra, Nayra Hasna Ardiani, Kimora Azalea Wynnov, Muhammad Tijza Naufal Afkar dan Damar Lupito Alfatih.
Inovasi kedua ialah “TMG: A Smart Device to Protect From Too Much Gadget” yang dibawa oleh Lavanya Alindya Wijaya, Belva Khanza Athiyya Putri dan Selma Aaliyah Gunawan.
Sebagai persiapannya, delapan siswa SD Muhida ini berlatih selama dua bulan menjelang lomba. Mulai dari mencari ide, berdiskusi dengan guru ekstra peneliti cilik terkait produk berserta hiasan booth, latihan presentasi, menyiapkan poster dan brosur sampai penyediaan souvenir pengunjung.
Di waktu longgar, selesai penjurian, Vanya dan tema -teman mengaku menyempatkan berkunjung ke booth lainnya melihat ide-ide dari berbagai inovasi. Jika berkunjung di booth dari siswa luar negeri maka mereka akan menggunakan bahasa Inggris pula.
Menangapi kemenangan ini, kaur kesiswaan, Ummu Choiroh, S.H.I, M.H. bersyukur dan bangga atas prestasi ini
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak Muhida yang berhasil meraih Gold Medal di ajang internasional ISIF kategori Technology. Ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki potensi luar biasa ketika diberi kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk berinovasi,” ucapnya.
Tak lupa, tentunya kemenangan ini juga berkat kerja keras siswa, guru pembimbing, dan dukungan orang tua. Akhir kata, ia berpesan,
“Untuk anak-anak Muhida, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru. Medali ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi sesama. Karena prestasi sejati bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana kita menciptakan karya yang membawa perubahan positif.”(*)





0 Tanggapan
Empty Comments