Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama warga lintas iman di Banyuwangi menggelar kegiatan “Kelas Siklus Hidup Buah Naga dan Pelatihan Pembuatan Selai dari Kulit Buah Naga” di Balai Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi pada Sabtu (27/9/2025).
Acara ini menjadi bagian dari program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE), sebuah inisiatif yang mendorong kepemimpinan kaum muda lintas agama, perempuan, dan kelompok difabel untuk menghadapi krisis iklim secara adil dan inklusif.
Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi pemuda lintas iman, seperti Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan (Among), Pemuda Katolik, Pemuda Kristen, Pemuda Muhammadiyah Cabang Bangorejo, serta Nasyiatul Aisyiyah Ranting Sumberjambe.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Aisyiyah, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Temurejo, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), dan Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah).
Kehadiran berbagai organisasi lintas iman dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kebhinnekaan generasi muda dalam mengoptimalkan potensi lokal demi kemajuan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di Dusun Sumberjambe.
Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, dikenal sebagai sentra komoditas buah naga yang memiliki nilai jual tinggi dan potensi ekonomi yang menjanjikan hingga saat ini.
“Kami, Tim Eco Bhinneka, telah merangkum berbagai aspirasi masyarakat terkait komoditas utama pertanian di Sumberjambe. Aspirasi tersebut kami wujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan selai dari buah dan kulit buah naga. Kegiatan ini sejalan dengan salah satu pendekatan Eco Bhinneka, yakni pendekatan Eco Sociopreneurship,” ujar Focal Point SMILE Eco Bhinneka Banyuwangi, Zahrotul Janah.
Sementara itu, Kepala Desa Temurejo, Fuad Musyadad, menyampaikan bahwa desanya saat ini tengah mengembangkan potensi buah naga sebagai komoditas unggulan.
“Desa kami memang memiliki komoditas utama berupa buah naga, dan saat ini sedang berjalan pilot project pengembangan lahan seluas 50 hektare. Kami menyambut baik jika Eco Bhinneka dapat menjadi bagian dari pilot project ini, khususnya dalam hal pengembangan produk olahan,” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai Siklus Hidup Buah Naga oleh Bapak I Wayan Misdianto, dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan selai buah naga yang dipandu oleh Nina Rosita.
Acara berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Sepanjang kegiatan, peserta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab maupun praktik secara langsung.
Kegiatan ini berhasil mendorong generasi muda untuk lebih responsif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki daerahnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments