Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Eco Bhinneka Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Kemendikdasmen

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Eco Bhinneka Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Kemendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan arahan mengenai pentingnya membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta memperkuat pendidikan lingkungan di sekolah. Foto: Fajar Firmansyah
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Eco Bhinneka Muhammadiyah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat pendidikan lingkungan dan kebinekaan di sekolah. Upaya ini mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, berbagi pengalaman tentang berbagai inisiatif anak muda lintas iman yang dikembangkan di sejumlah wilayah. Program tersebut meliputi pendidikan lingkungan, pengembangan wirausaha ramah lingkungan, kampanye lingkungan, efisiensi dan transisi energi, serta pemberdayaan kelompok difabel.

Melalui berbagai inisiatif itu, Eco Bhinneka mengajak anak muda lintas iman untuk berkolaborasi dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus membangun masyarakat yang terbuka dan menghargai perbedaan.

“Kami ingin berbagi pembelajaran dari berbagai wilayah sekaligus mendapatkan arahan untuk memperkuat inisiatif yang telah berjalan. Kami berharap upaya membangun kepedulian lingkungan dan merawat keberagaman dapat menjangkau lebih banyak anak muda, termasuk melalui lingkungan sekolah,” ujar Hening.

Kemendikdasmen Dorong Budaya ASRI di Sekolah

Menanggapi pemaparan tersebut, Prof. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya membangun budaya ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah, di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan melalui kebiasaan sehari-hari. Langkah tersebut dapat dimulai dengan mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, serta menggunakan energi secara bijak.

Abdul Mu’ti juga mendorong Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk memperluas edukasi lingkungan di sekolah, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan peserta didik dalam pengelolaan sampah dan pengembangan produk bermanfaat.

“Budaya peduli lingkungan dapat dibangun melalui kegiatan di sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang mengajak siswa mengelola sampah dan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat,” tuturnya.

Peluang kolaborasi tersebut sejalan dengan program 1000 Cahaya Muhammadiyah yang dijalankan Eco Bhinneka untuk mendorong efisiensi dan transisi energi. Program ini telah melaksanakan pelatihan di 50 sekolah dan direncanakan berlanjut melalui penguatan kapasitas guru serta kerja sama dengan sekolah lintas iman.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Perkuat Pendidikan Karakter dan Kebinekaan

Selain pendidikan lingkungan, penguatan karakter dan kebinekaan juga menjadi salah satu peluang kerja sama antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Kemendikdasmen.

Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa kementerian mengembangkan Forum Perjumpaan Tunas Bhinneka. Program ini diintegrasikan ke dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), khususnya pada hari pertama.

Forum tersebut bertujuan menjadikan sekolah sebagai ruang perjumpaan bagi peserta didik untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan, termasuk perbedaan agama. Menurut Rusprita, pendekatan ini sejalan dengan inisiatif Eco Bhinneka yang mempertemukan anak muda lintas iman melalui berbagai kegiatan bersama.

“Sekolah perlu menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak untuk belajar saling mengenal, menghargai, dan menghormati perbedaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa literasi keagamaan serta terciptanya budaya sekolah yang aman dan nyaman turut berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Pertemuan tersebut dihadiri 20 anggota tim pengelola program Eco Bhinneka Muhammadiyah dari tingkat nasional dan sembilan wilayah. Kegiatan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dengan Kemendikdasmen untuk memperluas pendidikan lingkungan dan memperkuat nilai-nilai kebinekaan di sekolah. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 29/10/2026 15:07
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu