Siswi kelas 5-E SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Farzana Allya Ramadhani, mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Atlet muda yang akrab disapa Fana ini berhasil meraih medali emas dalam turnamen basket 15th Asia Pacific Cup di Singapura, 19–25 Oktober 2026.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) tersebut diikuti ratusan atlet muda dari 17 negara. Sejumlah negara peserta antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Jepang, China, Australia, India, Filipina, Vietnam, Guam, dan Uni Emirat Arab.
Farzana menjadi satu-satunya siswi Mudipat yang berhasil lolos seleksi dan bergabung dengan Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
Prestasi ini tidak diraih secara instan. Fana harus melewati seleksi ketat, latihan intensif selama berbulan-bulan, hingga pemusatan latihan sebelum bertanding di panggung internasional.
Fana mengawali perjuangannya pada April 2026 dengan mengikuti seleksi pemain di Bandung. Seleksi tersebut diikuti atlet-atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Jakarta, Cirebon, Madiun, Bandung, Bogor, Bali, dan Purwakarta.
“Saya sangat lega telah berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Untuk sampai di titik ini, kami harus menjalani proses yang tidak singkat. Dimulai sejak April 2026, saya mengikuti proses seleksi di Bandung. Alhamdulillah, saya lolos seleksi bersama pemain lain yang berasal dari beberapa kota di Indonesia,” ungkap Fana. Kamis (29/10/2026).
Setelah dinyatakan lolos, Fana menjalani latihan intensif selama enam bulan di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Persaingan di dalam tim berlangsung ketat. Setiap pemain dituntut menjaga performa karena posisi mereka bisa digantikan pemain lain jika mengalami penurunan kemampuan.
Dua minggu sebelum keberangkatan ke Singapura, seluruh anggota tim mengikuti pemusatan latihan atau training camp selama lima hari di Tangerang. Tahap ini menjadi kesempatan untuk membangun kekompakan dan menyatukan permainan antarpemain.
Tim kemudian bertolak ke Singapura pada 20 Oktober 2026 untuk menghadapi persaingan di 15th Asia Pacific Cup.
Defense Konsisten hingga Final
Bermain bersama rekan-rekan setim yang sebagian berusia lebih tua tidak membuat Fana kehilangan kepercayaan diri. Justru, pengalaman bertanding sebelumnya membantunya tampil lebih tenang dan matang.
Sepanjang turnamen, mulai dari babak penyisihan hingga semifinal dan final, Fana berkontribusi menyumbangkan poin bagi timnya. Ia juga mendapat apresiasi dari pelatih atas konsistensinya dalam bertahan.
“Di semua pertandingan, dari babak penyisihan hingga semifinal dan final, Fana selalu berkontribusi menyumbang skor untuk timnya. Dan yang sangat membuat Fana lega adalah apresiasi coach yang menyatakan bahwa defense Fana paling konsisten di semua game,” tuturnya.
Tim Indonesia didampingi Coach Kevin Kurniawan. Perjuangan Fana juga mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, H. Winoto Widiasmoro, ST., MM., dan Dr. Hj. Fatmah.
Medali emas ini menjadi pencapaian penting bagi Fana yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Selain menambah pengalaman bertanding di level internasional, prestasi tersebut menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Bidik Prestasi Lebih Tinggi Tahun Depan
Perjalanan Fana di dunia basket belum berakhir. Saat tim bersiap kembali ke Indonesia, Coach Kevin Kurniawan menyampaikan pesan yang menjadi penyemangat bagi atlet muda tersebut untuk terus berkembang.
“Farzana, panggung kamu tahun depan. Usiamu sudah 12 tahun, enggak manjat umur lagi. Coach yakin, dengan pengalaman kamu, kamu pasti mampu menjadi yang terbaik tahun depan,” demikian pesan sang pelatih.
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi Fana untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Bismillah, Fana akan berlatih lebih keras lagi untuk kembali bertanding dan menjadi salah satu yang terbaik tahun depan. Aamiin,” ujarnya.
Keberhasilan Farzana Allya Ramadhani menunjukkan bahwa usia sekolah dasar bukan penghalang untuk meraih prestasi di tingkat internasional.
Medali emas yang dibawanya pulang menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah sekaligus inspirasi bagi siswa Mudipat lainnya untuk berani bermimpi, tekun berlatih, dan terus mengembangkan potensi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments