Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Gerakan Orang Tua Membacakan Buku Jadi Family Time di TK Aisyiyah 5 Bungah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Gerakan Orang Tua Membacakan Buku Jadi Family Time di TK Aisyiyah 5 Bungah
Wali murid saat membacakan buku dengan teknik read aloud dalam Gernasbaku pada puncak topik "My Family My Team" yang diadakan oleh TK Aisyiyah 5 Bungah, Kabupaten Gresik. Rabu (28/10/2026). (Alkafiah/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Suasana berbeda nampak dihalaman TK Aisyiyah 5 Bungah, yang biasanya anak-anak hanya diantar lalu ditinggal pulang sampai halaman atau gerbang sekolah, namun tidak pada kali ini.

Puluhan ibu-ibu walimurid terlihat menunggu putra-putrinya sambil sesekali saling menyapa antara satu dan yang lainnya.

Mereka adalah orang tua murid yang akan mengikuti program Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernasbaku) di TK Aisyiyah 5 Bungah pada Rabu (28/10/2026).

Acara yang dimulai dengan pembiasaan pagi seperti membaca ikrar, Pancasila, menyanyikan dan mengikuti gerakan Asmaul Husna ini dilanjut dengan senam Anak Indonesia Hebat secara serempak baik oleh guru, siswa maupun walimurid.

Barisan ibu-ibu terlihat semangat dan antusias mengikuti setiap gerakan yang di instrukturi oleh Fina Mufidah, S.Pd., salah satu guru kelas kelompok A.

Heny Rahmawati, S.Pd., selaku kepala sekolah menyampaikan saat pembukaan bahwa melalui kegiatan Gernasbaku ini diharapkan mampu meningkatkan literasi serta bonding antara ibu dan anak, sekaligus bagian dari puncak topik pada pembelajaran “My Family My Team“.

Dari read aloud atau membaca nyaring juga dapat dicapai beberapa aspek di antaranya:

  1. Aspek Literasi/bahasa. Memperkaya kosakata baru, mengenalkan kata-kata baru yang jarang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Belajar dasar membaca dan menulis, memahami struktur kalimat, bunyi (fonem), dan intonasi. Serta menumbuhkan minat baca, lingkungan/orangtua yang gemar membaca maka anak akan ikut gemar membaca.
  2. Aspek Sosio Emosional. Seperti mengenalkan nilai-nilai moral, budaya, serta mengenali dan mengelola emosi. Melatih kemampuan menyimak anak, melatih fokus, dan aktif berbicara.
  3. Aspek kognitif. Berpikir kritis, memahami alur cerita, menyelesaikan masalah, dan rasa ingin tahu.

“Membentuk bonding dengan keluarga, family time antara orangtua dan anak menciptakan suasana hangat dan membangun komunikasi,” jelasnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Tak lupa ucapan terima kasih juga disampaikan sebagai bentuk support walimurid atas program-program sekolah.

Ketua komite dari Ikatan Walimurid Aisyiyah yang tergabung dalam Iwama, Puji Astutik menyampaikan dalam wawancaranya bahwa,

“Kegiatan hari ini sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman baru untuk kami. Saya yang biasanya membacakan buku untuk Kei sebelum tidur, ini untuk pertama kalinya membacakan buku di sekolah. Bertemu dan berkenalan dengan wali murid lain yang mungkin kalau hari biasa tidak pernah bertemu menjadi pengalaman yang menyenangkan juga,”

“Dan alhamdulillah acara berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Bahkan beberapa wali murid menyampaikan kalau baru saja pulang kerja jam 06.00 WIB tapi tetap menyempatkan mendampingi putra-putrinya dalam kegiatan tersebut.

Gerakan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini tidak hanya menguntungkan perkembangan anak, tetapi juga memberikan dampak positif yang besar bagi peran orang tua.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 29/10/2026 15:38
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu