Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pesan Iduladha 1447 H dengan menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan di Gaza.
Dalam pesan resminya pada Rabu (27/5/2026), Erdogan menyebut Iduladha sebagai “berkah spiritual” dan berharap momentum hari raya tersebut membawa kebaikan bagi Turki, dunia Islam, dan seluruh umat manusia, mengutip dari aa.com.
“Kepada seluruh saudara-saudara kami yang menyambut hari raya ini dengan kesedihan, rasa sakit, dan duka mendalam di berbagai penjuru dunia Islam, khususnya di Gaza, saya menyampaikan pesan solidaritas yang paling kuat atas nama pribadi dan bangsa kami,” ujar Erdogan.
Jutaan umat Muslim di seluruh Turki melaksanakan Sholat Iduladha pada hari pertama perayaan Iduladha.
Usai melaksanakan sholat Id di Masjid Camlica, Istanbul, Erdogan mengatakan bahwa hari raya keagamaan seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan, persatuan, dan solidaritas sosial.
“Di atas segalanya, hari raya adalah hari cinta, penghormatan, persatuan, kebersamaan, dan solidaritas,” katanya kepada awak media.
Erdogan menegaskan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza turut membayangi suasana perayaan Iduladha bagi umat Islam di Turki maupun di berbagai negara lainnya.
Ia kembali melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disebutnya sebagai sosok tiran atas agresi militer Israel di Gaza.
“Saya juga percaya bahwa tiran bernama Netanyahu akan menerima pelajaran yang diperlukan dari umat Islam dunia,” tegas Erdogan.
Turki selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang paling vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza. Erdogan berulang kali menyerukan gencatan senjata segera, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, dan peningkatan tekanan internasional terhadap Israel.
Pernyataan Erdogan disampaikan di tengah perayaan Iduladha yang diperingati umat Islam di seluruh dunia.
Hari Raya Iduladha sendiri merupakan peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebelum akhirnya digantikan dengan seekor domba atas kehendak-Nya.
Dalam tradisi Iduladha, umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan Kurban dan membagikan dagingnya kepada masyarakat, keluarga, serta kaum yang membutuhkan sebagai simbol kepedulian dan pengorbanan.





0 Tanggapan
Empty Comments