Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto tidak main-main. Selasa siang (6/10/2026), mereka menggelar Upgrading Mutu Sesi 2 dengan tema menusuk.
Yakni Optimalisasi Penyaluran dan Sertifikasi Kompetensi Peserta Didik berbasis Kebutuhan Dunia Kerja.
Rundown kegiatan jelas dan padat. Mulai registrasi pukul 12.30, pembukaan dengan bacaan Al-Quran, Indonesia Raya, dan Mars Sang Surya.
Kemudian Welcome Speech dari Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto, Ednan Rudianto SH MKn sekaligus Kepala SMK Muhammadiyah 3 Mutia Ngoro.
Dorong Kolaborasi Dinas dan Sekolah
Dua keynote speech menjadi jantung acara. Pertama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten & Kota Mojokerto, Pinky Hidayati SPsi MPsi, menyampaikan materi “Sinergi Kebijakan Cabang Dinas dan Penguatan Tata Kelola untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Vokasi di Daerah”.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara cabang dinas dan sekolah agar pendidikan vokasi tidak jalan di tempat.
Selanjutnya giliran Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK, Adrianus Patiung SE MM, yang membongkar “Optimalisasi Penyaluran dan Sertifikasi Kompetensi Peserta Didik Berbasis Kebijakan Terbaru Direktorat”.
Materi ini langsung menjawab keresahan banyak guru: bagaimana agar lulusan SMK Muhammadiyah benar-benar terserap dunia kerja, bukan hanya sekadar punya ijazah.
Sesi tanya-jawab dibuka dua kali. Doa penutup dan foto bersama menutup rangkaian kegiatan.
Pesan yang disampaikan tajam. Ednan Rudianto sebagai ketua forum membuka dengan tegas: guru Muhammadiyah harus berhenti nyaman di zona aman.
Dunia kerja sudah berubah. Sertifikasi kompetensi, penyaluran lulusan, dan tata kelola sekolah vokasi harus berbasis data dan kebijakan terbaru, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Pinky Hidayati menegaskan peran cabang dinas sebagai mitra strategis, bukan sekadar pengawas.
Sementara Adrianus Patiung dari Direktorat SMK memberikan peta jalan konkret: kebijakan terbaru menuntut sekolah lebih agresif menjalin kemitraan industri, memperkuat sertifikasi yang diakui dunia kerja, dan memastikan penyaluran lulusan terukur.
Kegiatan ini menjadi alarm bagi seluruh guru Muhammadiyah di Mojokerto. Jika Forum Guru hanya menjadi ajang silaturahim tanpa menghasilkan perubahan nyata di sekolah, maka lulusan akan terus kalah bersaing.
Upgrading Mutu ini membuktikan satu hal: Muhammadiyah di Mojokerto sedang memaksa dirinya untuk bergerak lebih cepat, lebih relevan, dan lebih berorientasi pada dunia kerja.
Tanpa itu, jargon “Islam Berkemajuan” di ruang kelas hanya akan menjadi omong kosong.





0 Tanggapan
Empty Comments