Upaya menanamkan perilaku hidup sehat sejak dini terus digencarkan oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui kegiatan pengabdian masyarakat di SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kader Dokter Cilik Islami dalam Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pencegahan Penyakit Gigi-Mulut” ini menjadi langkah awal dalam membentuk kader kesehatan sejak usia dini.
Sebanyak 30 siswa dari kelas 3, 4, dan 5 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Sejak awal, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi materi maupun praktik yang diberikan oleh tim pengabdian.
Ketua tim pengabdian masyarakat, dr. Syafarinah Nur Hidayah Akil, M.Si, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena kegiatan ini mendapat dukungan luar biasa dari pihak sekolah, serta pendanaan dari program RisetMu PP Muhammadiyah sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan sekolah menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, khususnya dari Kepala Sekolah Ibu Aris Wahyuningsih, S.Pd dan Sulis Indarti yang telah memberikan fasilitas, koordinasi, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Pada pelaksanaan hari pertama, peserta mendapatkan tiga materi utama, yaitu:
- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Meliputi enam langkah cuci tangan yang benar, etika batuk dan bersin, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah. - Jenis-jenis Luka dan Penanganannya
Siswa dikenalkan berbagai jenis luka serta cara penanganan yang tepat. - Pertolongan Pertama pada Gejala Penyakit
Materi ini membekali siswa dengan kemampuan dasar menghadapi kondisi kesehatan yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop hands-on perawatan luka sederhana.
Dalam sesi ini, peserta diajarkan langkah-langkah dasar pertolongan pertama pada luka, mulai dari mencuci tangan, membersihkan luka, hingga menutup luka dengan benar.
Pendekatan praktik ini membuat siswa lebih mudah memahami sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep kesehatan dasar, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai Islami.
Program ini menjadi wujud nyata sinergi dunia pendidikan dan kesehatan dalam mencetak generasi yang sehat, mandiri, dan berkarakter.





0 Tanggapan
Empty Comments