Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan kembali menggelar kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) hari ketiga pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh peserta didik baru jenjang MTs dan MA ini berlangsung pukul 07.15–09.00 WIB dengan mengusung materi “Mengenal Integrasi Kurikulum Al Mizan” yang disampaikan oleh Guru MA Al Mizan, Mei Runa Eka Wati, S.Pd.
Acara diawali oleh moderator yang memandu jalannya kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan pemateri bersama seluruh peserta FORTASI. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat sejak awal kegiatan.
Dalam penyampaiannya, Mei Runa Eka Wati memberikan motivasi kepada para santri baru agar siap menjalani kehidupan di pesantren dengan penuh kesungguhan.
“Jika sudah memilih bersekolah di sini, maka di sinilah kalian akan belajar arti kehidupan yang sesungguhnya. Ketidaknyamanan, kesulitan, dan berbagai tantangan yang dihadapi akan melatih mental kalian sehingga mampu berdiri di atas kaki sendiri,” pesannya.
Ia juga membekali peserta dengan berbagai pengalaman tentang kehidupan di pondok pesantren, mulai dari cara beradaptasi, menyelesaikan permasalahan, hingga pentingnya menjaga hubungan pertemanan secara bijaksana.
Menurutnya, setiap santri harus mampu berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan, namun tetap memiliki batasan dalam menjaga privasi diri.
“Bertemanlah dengan siapa pun tanpa memilih-milih teman. Namun, tetaplah menjaga hal-hal pribadi karena tidak selamanya teman akan selalu berada di pihak kita,” ujarnya.
Mei juga mengingatkan seluruh peserta untuk belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk ikhtiar membalas perjuangan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan mereka di Al Mizan.
Di sela-sela penyampaian materi, suasana semakin hidup melalui berbagai sesi ice breaking yang membuat peserta kembali bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.
Pada kesempatan tersebut, Mei menjelaskan bahwa Al Mizan merupakan lembaga yang mengintegrasikan tiga bidang utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial. Keunggulan Al Mizan terletak pada penerapan integrasi kurikulum, yaitu perpaduan antara pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan (Diniyah) dalam satu sistem pembelajaran.
Ia menjelaskan bahwa integrasi kurikulum bertujuan membentuk peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berkembang secara seimbang dalam aspek akademik maupun spiritual. Kurikulum tersebut memadukan pembelajaran agama dengan mata pelajaran umum, termasuk penguatan kemampuan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bidang lainnya.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai proyek pembelajaran sesuai program studi. Sebagai contoh, peserta didik jurusan IPA akan melaksanakan penelitian ilmiah mengenai makhluk hidup dengan pendampingan guru sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Mei turut memaparkan tahapan pendidikan santri sejak awal masuk hingga lulus dari Al Mizan. Ia berharap seluruh peserta memiliki semangat untuk bertahan dan terus berkembang selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Santri Al Mizan harus kuat dan tidak boleh merasa tidak mampu melewati semua proses yang ada,” tegasnya.
Harapan besar Al Mizan, lanjutnya, adalah melahirkan lulusan yang berakhlak mulia, berprestasi, sukses di masa depan, serta mampu menjaga nama baik almamater sekolah dan pesantren.
Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta didik baru MA, Yunanita, menanyakan alasan MA Al Mizan saat ini hanya membuka jurusan IPA dan IPS serta belum memiliki jurusan Bahasa maupun program lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Mei menjelaskan bahwa pembukaan program studi baru sangat bergantung pada jumlah peminat. Apabila jumlah peserta yang berminat mencukupi, maka Al Mizan akan membuka program tersebut pada masa mendatang.
Ia juga menjelaskan bahwa penerapan integrasi kurikulum merupakan bentuk penyesuaian dengan Kurikulum Merdeka. Jika sebelumnya pembelajaran Diniyah dilaksanakan secara terpisah, kini seluruh materi keagamaan diintegrasikan dengan pembelajaran sekolah sehingga proses pendidikan menjadi lebih utuh dan saling melengkapi.
Kegiatan FORTASI hari ketiga ditutup oleh moderator setelah seluruh rangkaian acara selesai. Melalui materi ini, diharapkan para santri baru semakin memahami sistem pendidikan Al Mizan serta memiliki kesiapan untuk menjalani proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, dan kemandirian sebagai generasi Islam yang berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments