Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan digital terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar Tahap 8 Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Direktorat Sekolah Dasar ini berlangsung pada Senin–Kamis (12–15/10/2026) di Hotel Aston Sidoarjo, dengan melibatkan 55 sekolah dasar negeri dan swasta.
Salah satu sekolah yang berpartisipasi adalah SD Muhammadiyah 3 “Ikrom” Wage, yang mendelegasikan Siti Nur Afidah Amalia untuk mengikuti rangkaian bimbingan teknis tersebut.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang lebih inovatif, bermakna sekaligus memperkuat transformasi digital pembelajaran.
Pelajari Kebijakan hingga Eksplorasi
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan beragam materi. Mulai dari kebijakan digitalisasi pembelajaran jenjang SD, pola pikir berbasis aset di sekolah, penguatan literasi digital, hingga eksplorasi penggunaan Papan Interaktif Digital (PID), laptop, dan media penyimpanan eksternal.
Peserta juga memperoleh inspirasi penggunaan bahan ajar interaktif berbasis digital, praktik pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI), serta perencanaan dan praktik pembelajaran mendalam berbasis digital.
Siti Nur Afidah Amalia mengungkapkan bahwa materi yang diperoleh selama bimbingan teknis sangat beragam dan menarik.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi guru untuk terus memperbarui pengetahuan sekaligus mengembangkan kompetensi dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Materi yang kami dapatkan sangat banyak dan menarik. Ibarat sebuah gelas yang perlu terus diisi, sebagai pendidik kita juga harus terus belajar. Ada banyak wawasan dan pengalaman baru yang bisa kami bawa pulang untuk dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah” ungkap Afidah.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengalaman selama pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di kelas.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, melainkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Di sisi lain, Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Nur Suciati MPd, mengungkapkan rasa syukurnya sebab sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu SD swasta yang mendapat kepercayaan mewakili Kecamatan Taman dalam kegiatan Bimtek.
“Besar harapan dengan hadirnya guru berbakat Ikrom dalam Bimtek ini, semakin menambah kepercayaan diri Ikrom berkarya menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis IT dan pastinya akan berdampak pada peningkatan kemampuan murid” tuturnya.
Beri Energi Positif
Semangat tersebut juga tercermin dari pandangan Kepala SDN Moncek Timur Kabupaten Sumenep, Riskiyah SPd MPd, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa menjadi bagian dari Bimbingan Teknis Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD Tahun 2026 merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri.
Berada di tengah para guru Kabupaten Sidoarjo yang memiliki dedikasi tinggi, menurutnya, memberikan energi positif.
Antusiasme, rasa ingin tahu, dan semangat belajar para peserta menjadi gambaran nyata bahwa pendidik sekolah dasar memiliki komitmen untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi transformasi pendidikan digital.
Riskiyah menegaskan bahwa keberadaan Perangkat Interaktif Digital (PID) dan berbagai sarana digital lainnya di sekolah hendaknya tidak berhenti sebagai pajangan atau sekadar pengganti papan tulis.
Teknologi perlu dimanfaatkan sebagai sarana yang mendorong murid berpikir kritis, bereksplorasi secara kontekstual, serta berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tantangan nyata di lingkungan sekitarnya.
“Harapan saya, Bapak dan Ibu Guru peserta bimbingan teknis berani melangkah lebih jauh dalam mewujudkan pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan teknologi” terang Riskiyah.
“Perangkat Interaktif Digital dan sarana digital lainnya harus menjadi jembatan bagi murid untuk berpikir kritis, bereksplorasi, dan berkolaborasi sehingga pembelajaran semakin bermakna” tuturnya.
Lebih lanjut, harapan semangat belajar, beradaptasi, dan berinovasi yang tumbuh selama kegiatan dapat terus berlanjut setelah para peserta kembali ke satuan pendidikan masing-masing.
Praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan melalui komunitas belajar dan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Bimbingan teknis ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat dan kecanggihan teknologi.
Lebih dari itu, perubahan tersebut membutuhkan kesiapan guru untuk terus belajar, kreativitas dalam merancang pembelajaran, serta komitmen untuk menempatkan kebutuhan murid sebagai pusat proses pendidikan.





0 Tanggapan
Empty Comments