SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar kegiatan Qiyamul Lail bagi murid kelas VII pada Jumat–Sabtu (6–7/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Cabang Gresik ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter religius, menumbuhkan kedisiplinan beribadah, serta membangun kepercayaan diri murid sejak dini.
Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah pelaksanaan salat malam atau qiyamul lail yang bertempat di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Cabang Gresik. Melalui kegiatan ini, murid diajak membiasakan diri mendekatkan diri kepada Allah Swt., meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus merasakan pengalaman beribadah pada malam hari secara berjamaah bersama teman-temannya.
Tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, peserta juga mendapatkan pembekalan motivasi dengan tema “Siapakah Aku? Menemukan Kekuatan Diri” yang disampaikan oleh Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., C.Ht., seorang motivator nasional.
Dalam sesi tersebut, Afif mengajak murid untuk mengenali potensi diri, membangun keberanian, serta memahami bahwa setiap individu memiliki kelebihan yang dapat dikembangkan. Murid juga didorong agar tidak mudah menyerah, berani memiliki cita-cita, dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri.
Pembinaan Karakter
Kepala Urusan Ismuba Spemutu, Devi Churriyah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Qiyamul Lail merupakan bagian penting dari pembinaan karakter keislaman murid. Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi perlu diwujudkan dalam pembiasaan dan pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan murid terhadap ibadah, khususnya salat malam. Mereka belajar bahwa beribadah bukan semata-mata karena perintah atau kewajiban, melainkan sebagai kebutuhan seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi awal tumbuhnya kesadaran beragama yang lebih kuat sehingga kebiasaan baik yang dilakukan selama kegiatan dapat terus diterapkan di rumah maupun di sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Qiyamul Lail, Eka Winsyahputra, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan pengembangan potensi murid kelas VII.
“Qiyamul Lail ini menjadi kesempatan bagi murid untuk belajar banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, hingga keberanian mengenali potensi dirinya. Kami sengaja menghadirkan sesi motivasi agar pembinaan yang diterima murid tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memberikan dorongan positif bagi perkembangan pribadi mereka. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan dan membawa perubahan positif dalam keseharian murid,” jelasnya.
Salah satu peserta, Rava Rajendra, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan salat malam bersama teman-teman memberikan suasana yang berbeda dibandingkan dengan ibadah yang biasa dilakukan sehari-hari.
“Awalnya memang terasa berat karena harus bangun pada malam hari. Namun, setelah dijalani ternyata menyenangkan. Saya bisa salat malam bersama teman-teman dan merasakan suasana ibadah yang berbeda. Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih disiplin dan berusaha membiasakan diri melaksanakan ibadah tanpa harus selalu diingatkan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Azarine Ayu Zahira. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan Qiyamul Lail tidak hanya memberikan pengalaman dalam meningkatkan ibadah, tetapi juga menambah motivasi untuk lebih mengenali kemampuan diri.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Selain bisa belajar lebih dekat dengan Allah melalui salat malam, materi motivasi yang disampaikan juga membuat saya lebih percaya diri. Saya jadi belajar bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing dan kita harus berani mengembangkan potensi tersebut. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Qiyamul Lail ini, Spemutu berharap murid kelas VII tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, percaya diri, serta memiliki akhlak yang baik. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments